Mahasiswa FILKOM UB Raih Juara 1 di IndonesiaNEXT 2026

Mahasiswa FILKOM UB Raih Juara 1 di IndonesiaNEXT 2026

dok, Pribadi
Atha Azzahra Khairun Nisa pada gelaran IndonesiaNEXT 2026, Jakarta. (4/9/2026)

Mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB), Atha Azzahra Khairun Nisa, berhasil meraih Juara 1 IndonesiaNEXT 2026 pada puncak kompetisi yang digelar pada 4 September 2026 di Jakarta. Ajang nasional yang diselenggarakan Telkomsel ini diikuti oleh 8.916 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Atha meraih dua penghargaan utama, yaitu Best Hipster sebagai penghargaan individu dan Best Team melalui Scenaria, yang terpilih sebagai inovasi terbaik dari tim.

IndonesiaNEXT merupakan program pengembangan talenta digital tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Telkomsel. Pada penyelenggaraan ke-10 tahun 2026, IndonesiaNEXT mengusung tema “AI-Driven Digital Talents: Enhancing Skills for Future Challenges”. Dari jumlah peserta tersebut, rangkaian seleksi mengerucut hingga 24 talenta digital terbaik yang terbagi dalam delapan tim. Setiap tim terdiri atas tiga peran, yaitu Hacker, Hipster, dan Hustler.

Sebagai Hipster, Atha berperan dalam riset pengguna dan product design, mulai dari menggali permasalahan pengguna, merancang solusi dan pengalaman produk, hingga melakukan validasi. Peran tersebut membawanya meraih penghargaan individu Best Hipster pada IndonesiaNEXT 2026.

Atha juga meraih Best Team bersama Wahyu Oktiansyah dari Telkom University sebagai Hustler dan Putera Nami Shiddieqy dari Universitas Sumatera Utara sebagai Hacker. Penghargaan tersebut diraih melalui Scenaria, inovasi yang dikembangkan oleh ketiganya dan terpilih sebagai inovasi terbaik dari tim pada kompetisi IndonesiaNEXT 2026.

Scenaria merupakan AI-Powered Sales Roleplay & Training yang membantu sales meningkatkan kemampuan melalui latihan menghadapi customer berbasis AI. Scenaria dikembangkan dari permasalahan nyata yang ditemukan melalui riset terhadap sales dan perusahaan. Melalui platform ini, sales dapat berlatih menghadapi berbagai situasi customer, mengambil keputusan, melihat konsekuensinya, serta mendapatkan evaluasi sebelum menghadapi customer sebenarnya.

Dalam proses pengembangannya, Atha dan tim turut mendapat bimbingan dari Buce Trias Hanggara, S.Kom., M.Kom. dan Prof. Dr. Eng. Herman Tolle, S.T., M.T. sebagai dosen pembimbing. Keduanya berperan aktif dalam memberikan insight dalam proses ideasi Scenaria serta membantu menghubungkan tim dengan narasumber yang relevan untuk proses wawancara dan validasi permasalahan.

“Bagi saya, kemenangan ini bukan hanya tentang menjadi Best Hipster atau Best Team, tetapi juga membuktikan bahwa produk yang berangkat dari masalah nyata dan dibangun dengan memahami manusia, bisnis, serta teknologi dapat menghasilkan dampak nyata. Scenaria juga tidak lahir dari kami bertiga saja. Banyak insight dari dosen pembimbing, narasumber, dan pengguna yang membantu kami terus memperbaiki solusi ini,” ujar Atha.

Pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi Atha dan tim untuk terus mengembangkan Scenaria sebagai startup yang membantu perusahaan meningkatkan kompetensi dan performa tim sales. Saat ini, Scenaria telah menangani klien dari beberapa perusahaan. Pengalaman tersebut menjadi masukan bagi tim untuk menyempurnakan produk agar semakin sesuai dengan kebutuhan nyata perusahaan.

Selamat kepada Atha Azzahra Khairun Nisa atas prestasi yang diraih. Semoga pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa FILKOM UB untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik Universitas Brawijaya.

Prestasi ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan kompetensi mahasiswa di ajang talenta digital nasional, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui lahirnya inovasi berbasis AI seperti Scenaria. (rr/aa)

#Universitas Brawijaya_SDG4, #Universitas Brawijaya_SDG9