Mewujudkan Kampus Hijau dan Berkelanjutan, FILKOM UB Terapkan Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis 3R

Dalam upaya mendukung program Smart Green Campus serta menciptakan lingkungan akademik yang bersih, asri, dan ramah lingkungan, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) secara konsisten menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Langkah ini menjadi komitmen nyata FILKOM UB dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) melalui pemilahan dan pengolahan secara mandiri.
Penerapan prosedur 3R di lingkungan FILKOM UB mencakup beberapa tahapan sistematis, mulai dari pemilahan awal di sumber sampah hingga proses pengolahan limbah organik dan anorganik. Prosedur ini diawali dengan pemilahan langsung dari lokasi aktivitas kampus, di mana civitas akademika diimbau untuk melakukan pengurangan atau reduce dengan membatasi penggunaan plastik sekali pakai serta memanfaatkan wadah daur ulang. Selain itu, upaya reuse atau penggunaan kembali juga diterapkan oleh petugas kebersihan dan staf kampus dengan memilah barang-barang bekas layak pakai, seperti kardus kemasan logistik, untuk difungsikan kembali sebagai tempat penyimpanan atau kebutuhan operasional fakultas sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam jalur daur ulang.
Setiap hari, petugas kebersihan mengumpulkan sampah daun kering dan ranting dari taman serta area terbuka hijau FILKOM UB. Sampah organik ini dimasukkan ke dalam tempat sampah terpilah (kategori organik/daun) untuk kemudian ditimbang dan dibawa ke area pencacahan.

Memasuki tahap pencacahan dan penimbangan sebagai bagian dari persiapan daur ulang (recycle), sampah daun dan material organik yang telah dikumpulkan ditimbang terlebih dahulu di area pengolahan guna pencatatan volume harian. Petugas kebersihan kemudian mengoperasikan mesin pencacah untuk memotong daun-daun kering serta ranting menjadi partikel-partikel kecil, yang bertujuan untuk mempercepat pembusukan dan mempermudah tahapan pengolahan selanjutnya.
Hasil cacahan sampah organik tersebut lantas diolah kembali menjadi produk yang bernilai guna. Sebagian material dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kompos padat maupun cair yang digunakan untuk memupuk tanaman di seluruh lingkungan kampus. Sementara itu, untuk mengolah biomassa dan limbah organik padat lainnya, FILKOM UB memanfaatkan alat pengolah sampah khusus berteknologi pirolisis atau TABASTA (Tungku Pembakar Sampah Tanpa Asap), sebuah alat pembakar ramah lingkungan yang dirancang untuk beroperasi dengan emisi minimal. Di bawah pengawasan langsung staf teknis, proses thermal ini secara efisien mengubah sisa limbah menjadi abu kaya nutrisi (biochar) maupun energi termal.

Melalui integrasi teknologi modern dan penguatan kesadaran lingkungan ini, program pengelolaan sampah berbasis 3R di FILKOM UB tidak hanya berhasil menciptakan suasana kampus yang bersih, asri, dan nyaman, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi seluruh civitas akademika mengenai pentingnya menjaga kelestarian bumi secara berkelanjutan.
Melalui integrasi teknologi dan kesadaran lingkungan, program pengelolaan sampah berbasis 3R di FILKOM UB tidak hanya menciptakan lingkungan kampus yang bersih, asri, dan nyaman, tetapi juga menjadi wadah edukatif bagi seluruh civitas akademika tentang pentingnya menjaga kelestarian bumi secara berkelanjutan, sekaligus menegaskan komitmen nyata fakultas dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). (rr)