FILKOM UB Sediakan Air Layak Minum Gratis dan Galakkan Penggunaan Tumbler

FILKOM UB Sediakan Air Layak Minum Gratis dan Galakkan Penggunaan Tumbler

dok. PSIK FILKOM UB

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) kembali meluncurkan gerakan nyata untuk mewujudkan ekosistem Smart Green Campus (SGC). Sebagai langkah konkret untuk menekan timbulan limbah plastik sekali pakai, FILKOM UB kini menyediakan fasilitas penyediaan air layak minum gratis di berbagai sudut strategis gedung fakultas sekaligus menggalakkan budaya membawa botol minum pribadi (tumbler) bagi seluruh sivitas akademika.

Inisiatif lingkungan yang digerakkan oleh Tim SGC FILKOM UB ini dirancang untuk menyokong target Sustainable Development Goals (SDGs) Universitas Brawijaya secara komprehensif, khususnya pada empat poin utama:

  • SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera): Melalui penyediaan air minum yang higienis, bebas mikroplastik, dan telah lolos uji kelayakan konsumsi, FILKOM memastikan kebutuhan hidrasi harian mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan terpenuhi dengan aman. Budaya ini juga mengurangi konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan plastik yang berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang.
  • SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak): Fasilitas water station atau depot air layak minum yang ditempatkan di lingkungan FILKOM menjamin akses air minum yang inklusif, merata, dan mudah dijangkau oleh siapa saja tanpa terkecuali, memperkuat pengelolaan sumber daya air yang efisien di kampus.
  • SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Pengadaan fasilitas air siap minum  ini memanfaatkan inovasi teknologi filtrasi modern yang terintegrasi di dalam infrastruktur gedung pintar FILKOM. Hal ini membuktikan kesiapan fakultas dalam menyandingkan aspek arsitektur modern dengan teknologi ramah lingkungan.
  • SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): Dengan beralih dari botol atau gelas plastik sekali pakai ke tumbler, FILKOM secara radikal memangkas rantai konsumsi plastik domestik. Gerakan ini secara langsung mengubah perilaku konsumsi sivitas akademika menjadi lebih bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi.

Ketua SGC FILKOM UB, Dr. Tibyani, ST., MT., menjelaskan bahwa kehadiran fasilitas air layak minum ini dirancang untuk mempermudah transisi gaya hidup hijau di kampus.

“Kami menyadari bahwa melarang penggunaan botol plastik sekali pakai tidak akan efektif tanpa memberikan solusi. Oleh karena itu, FILKOM mengkombinasikannya dengan menyediakan fasilitas air layak minum gratis. Dengan membawa tumbler, mahasiswa tidak perlu lagi membeli air minum kemasan. Ini adalah edukasi langsung mengenai konsumsi yang bertanggung jawab (SDGs 12) sekaligus pemanfaatan infrastruktur pintar (SDGs 9) untuk mengurangi sampah plastik di hilir,” papar Dr. Tibyani.

Dosen FILKOM UB, Ir. Edy Santoso, S.Si., M.Kom., sangat mendukung gerakan tumbler ini, gerakan penggunaan tumbler ini merupakan bagian dari akselerasi tugas dan fungsi Green Campus yang telah diamanatkan oleh universitas sejak tahun 2025 lalu.

“Aksi lingkungan di FILKOM selalu didasarkan pada keberlanjutan yang berdampak luas. Fasilitas air layak minum ini adalah investasi jangka panjang kami untuk kesehatan sivitas akademika (SDGs 3) sekaligus komitmen menurunkan emisi karbon dan limbah plastik di lingkungan Universitas Brawijaya,” tutur Edy.

Sementara itu, perwakilan tenaga kependidikan FILKOM UB, Roy Rizki, S.E., menyampaikan bahwa program penyediaan mesin air siap minum ini membawa dampak positif yang sangat signifikan bagi aktivitas kerja harian staf di lingkungan fakultas. Dari sudut pandang operasional, fasilitas ini memberikan alternatif yang jauh lebih hemat dan efisien. 

Melalui integrasi fasilitas air layak minum dan kampanye pembatasan plastik sekali pakai ini, FILKOM UB menegaskan kesiapan penuh untuk terus mengawal dan menyukseskan program kerja SGC secara berkelanjutan. (es/rr)