Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) Terima Kunjungan Benchmarking Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember (FASILKOM UNEJ) Bahas Pengembangan Program Magister dan Tata Kelola Akademik

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) Terima Kunjungan Benchmarking Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember (FASILKOM UNEJ) Bahas Pengembangan Program Magister dan Tata Kelola Akademik

dok. Pribadi

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) kembali menerima kunjungan akademik dari perguruan tinggi mitra sebagai bagian dari komitmen dalam memperkuat jejaring kolaborasi dan berbagi praktik baik (best practices) di bidang pendidikan tinggi. Kali ini, FILKOM UB menerima kunjungan benchmarking dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember (FASILKOM UNEJ) pada Selasa (23/6/2026) bertempat di Ruang Rapat F7.7, Gedung F Lantai 7 FILKOM UB.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB tersebut dihadiri oleh pimpinan kedua fakultas beserta jajaran pengelola akademik dan tenaga kependidikan. Delegasi Universitas Jember dipimpin langsung oleh Dekan FASILKOM UNEJ, Prof. Drs. Antonius Cahya Prihandoko, M.App.Sc., Ph.D., sementara dari FILKOM UB rombongan disambut oleh Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., bersama para wakil dekan, ketua program studi, koordinator bidang akademik, serta tim penjaminan mutu.Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari pengalaman FILKOM UB dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi, khususnya terkait penyelenggaraan Program Studi Magister Ilmu Komputer, penyusunan kurikulum, tata kelola akademik, pengelolaan sumber daya, sistem penjaminan mutu, hingga strategi memperoleh dan mempertahankan akreditasi program studi.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya. Ia menjelaskan bahwa kunjungan benchmarking ini merupakan bagian dari upaya institusinya dalam mempersiapkan pengembangan Program Studi Magister Ilmu Komputer yang saat ini sedang dirancang. Menurutnya, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya dipandang sebagai salah satu fakultas komputer terbaik di Indonesia yang memiliki pengalaman panjang dalam membangun ekosistem akademik yang berkualitas. Oleh karena itu, berbagai pengalaman yang dimiliki FILKOM UB diharapkan dapat menjadi referensi berharga bagi Universitas Jember dalam menyusun strategi pengembangan program studi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, dunia industri, maupun perkembangan teknologi. Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, Ir. Tri Astoto Kurniawan, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan Universitas Jember yang memilih FILKOM UB sebagai mitra benchmarking. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari semangat kolaborasi antarinstitusi pendidikan tinggi untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

“Setiap perguruan tinggi memiliki karakteristik, tantangan, dan potensi yang berbeda. Oleh karena itu, benchmarking bukan berarti menyalin sistem yang telah ada, melainkan memahami praktik-praktik terbaik yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing institusi,” ungkapnya.

Memasuki sesi diskusi, pembahasan berlangsung secara interaktif dengan berbagai pertanyaan yang diajukan oleh delegasi Universitas Jember. Salah satu topik utama yang menjadi perhatian adalah proses pendirian Program Studi Magister Ilmu Komputer di

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya. Tim FILKOM UB menjelaskan bahwa pengembangan program studi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan persyaratan administratif, tetapi juga harus didasarkan pada kebutuhan nyata masyarakat, arah perkembangan ilmu pengetahuan, serta proyeksi kebutuhan sumber daya manusia di masa mendatang. Penyusunan dokumen usulan pendirian program studi dilakukan melalui berbagai tahapan mulai dari studi kelayakan, analisis kebutuhan, penyusunan kurikulum, hingga penyediaan sumber daya dosen, laboratorium, serta dukungan tata kelola yang memadai.

dok. Pribadi

Selain membahas proses pendirian program studi, diskusi juga mengupas strategi penyusunan kurikulum yang mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi yang sangat dinamis. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan bahwa kurikulum harus selalu dievaluasi secara berkala agar tetap relevan dengan kebutuhan industri, perkembangan riset, serta tuntutan dunia kerja.

Perkembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) turut menjadi salah satu pembahasan yang menarik perhatian peserta. Para narasumber dari FILKOM UB menjelaskan bahwa kehadiran AI membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan dan penelitian. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu merancang kurikulum yang tidak hanya mengajarkan pemanfaatan AI sebagai alat bantu, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan memahami konsep dasar, mengembangkan solusi berbasis AI, serta mempertimbangkan aspek etika dalam penerapannya.

Suasana diskusi semakin dinamis ketika pembahasan berlanjut pada tata kelola akademik dan sistem penjaminan mutu. Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya berbagi pengalaman mengenai implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), mekanisme monitoring dan evaluasi pembelajaran, pengelolaan dokumen akademik, hingga proses evaluasi capaian pembelajaran lulusan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Dalam sesi tersebut, tim FILKOM UB juga menjelaskan pentingnya membangun budaya mutu yang melibatkan seluruh sivitas akademika. Penjaminan mutu tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan standar akreditasi, tetapi menjadi bagian dari budaya organisasi yang terus mendorong peningkatan kualitas layanan akademik maupun non-akademik.

Topik lain yang tidak kalah menarik adalah pengalaman FILKOM UB dalam menghadapi proses akreditasi program studi. Delegasi Universitas Jember memperoleh berbagai masukan mengenai penyusunan dokumen evaluasi diri, pengumpulan data pendukung, pengelolaan bukti kinerja tridarma perguruan tinggi, hingga strategi menghadapi asesmen lapangan.

Selain aspek akademik, pembahasan juga mencakup pengelolaan sumber daya manusia, perencanaan kebutuhan dosen sesuai bidang keahlian, pengembangan kompetensi tenaga kependidikan, serta pengelolaan sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran dan penelitian. Seluruh aspek tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Melalui forum benchmarking ini, kedua institusi juga bertukar pandangan mengenai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi di era transformasi digital. Meningkatnya kebutuhan terhadap lulusan yang adaptif, berkembangnya teknologi kecerdasan artifisial, serta tuntutan kolaborasi internasional menjadi beberapa isu strategis yang memerlukan perhatian bersama. Diskusi yang berlangsung secara terbuka memungkinkan kedua belah pihak saling berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan tersebut.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, komunikatif, dan penuh semangat kolaborasi. Berbagai pertanyaan dan pengalaman yang dibagikan menunjukkan komitmen kedua institusi untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi, khususnya di bidang ilmu komputer.

Di akhir kegiatan, kedua pimpinan fakultas berharap kunjungan benchmarking ini tidak berhenti sebagai forum diskusi semata, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga kolaborasi riset antarperguruan tinggi.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi yang terbuka dalam berbagi pengalaman dan praktik terbaik kepada berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Semangat kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan tinggi nasional serta mendorong lahirnya inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kegiatan benchmarking diakhiri dengan sesi diskusi lanjutan, pertukaran cendera mata, dan foto bersama sebagai simbol eratnya hubungan kelembagaan antara kedua institusi. Melalui kunjungan ini, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya dan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia. Semangat berbagi praktik baik dan saling belajar diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi, khususnya di bidang ilmu komputer di Indonesia. (anh)