Sabet Penghargaan Best Booth, Tim Sedang Berusaha Integrasikan Kecerdasan Buatan pada Aplikasi FinTech di FILKOM UB Capstone Graduation Showcase 2026

Sabet Penghargaan Best Booth, Tim Sedang Berusaha Integrasikan Kecerdasan Buatan pada Aplikasi FinTech di FILKOM UB Capstone Graduation Showcase 2026

dok. Pribadi

Gelaran akbar Capstone Graduation Showcase 2026 sukses dilaksanakan di Auditorium Algoritma,Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB). Ajang prestisius ini berlangsung selama dua hari, tepatnya pada tanggal 17 hingga 18 Juni 2026 yang lalu.

Kompetisi yang pertama kali diinisiasi pada tahun 2025 ini pada dasarnya merupakan bagian dari Mata Kuliah Wajib. Kendati demikian, pihak fakultas mengemasnya dalam bentuk ekshibisi dan kompetisi guna memacu inovasi mahasiswa agar mampu menjawab tantangan nyata di dunia industri.

Antusiasme tinggi terlihat dari keterlibatan lebih dari 600 mahasiswa lintas program studi yang terbagi ke dalam 92 tim. Melalui gelaran rutin ini, para peserta sukses menyelesaikan berbagai studi kasus riil lewat 16 kasus strategis yang diajukan oleh berbagai mitra industri terkemuka.

Pada Capstone Graduation Showcase 2026, inovasi digital di bidang financial technology (fintech) kembali dihadirkan oleh mahasiswa FILKOM UB. Best Booth berhasil diraih oleh “Tim Sedang Berusaha” yang beranggotakan enam mahasiswa lintas program studi. Tim ini terdiri dari, Nayla Laras Damayanti (23 – Sistem Informasi) selaku Project Manager. Jessica Fidela (23 – Teknologi Informasi) dan Farhah Mutiara Arifa (23 – Teknologi Informasi) di lini Machine Learning Engineer, Ayudya Nandira Afifah (23 – Teknologi Informasi) sebagai Back-End Developer, Aditri Surya Nugraha (23 – Teknologi Informasi) di sisi Front-End Developer, serta Rafly Yusran Nanfaiq Athallah (22 – Sistem Informasi) selaku UI Designer.

Mereka sukses mengembangkan sebuah sistem mutakhir bertajuk Smart Personalization & Dynamic Homepage Mobile Banking yang diimplementasikan pada aplikasi OCTO. Sistem ini dirancang khusus untuk memperbarui pengalaman pengguna (user experience) pada layanan perbankan digital. Dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence), aplikasi tersebut mampu menganalisis pola transaksi, aktivitas penggunaan fitur, hingga karakteristik unik dari setiap individu. Melalui analisis data tersebut, sistem dapat menghasilkan tampilan halaman utama (homepage) yang adaptif, dinamis, dan personal sesuai dengan kebutuhan setiap nasabah.

dok. Pribadi

Tim mahasiswa berhasil mengintegrasikan metode User Segmentation menggunakan algoritma K-Means Clustering serta Personalized Recommendation berbasis Frequency-Recency Ranking dalam kelas Capstone Project dengan pendamping kelas Agung Setia Budi, S.T., M.T., M.Eng., Ph.D.

Implementasi teknologi mutakhir ini mengondisikan sistem untuk secara otomatis mengelompokkan nasabah ke dalam beberapa persona khusus, seperti Reguler, Pengusaha, dan Prioritas, yang secara dinamis mengubah struktur informasi sesuai kebutuhan riil mereka di lapangan.

Booth “Tim Sedang Berusaha” ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa peserta pameran, dosen penilai, hingga perwakilan industri. Selama pameran berlangsung, para pengunjung aktif berdiskusi mengenai arsitektur sistem dan perbandingannya dengan sistem perbankan konvensional saat ini. Selain memaparkan teori, tim juga memberikan kesempatan bagi para pengunjung booth untuk mencoba langsung user experience dari aplikasi OCTO.

Namun, di balik respons positif tersebut, tim secara jujur mengakui adanya tantangan teknis yang membayangi. Potensi munculnya bug terbesar diidentifikasi berada pada bagian integrasi multi layer di halaman utama. Proses rendering homepage membutuhkan pemanggilan beberapa layanan (services) secara berurutan. Risiko ini kian meningkat lantaran infrastruktur saat ini masih mengandalkan free tier dari penyedia layanan pihak ketiga.

Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari esensi kolaborasi lintas disiplin yang dilalui oleh seluruh anggota tim. Bagi “Tim Sedang Berusaha”, Capstone Project ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena mempertemukan mahasiswa lintas program studi dengan latar belakang dan keahlian yang berbeda.

Melalui kolaborasi tersebut, mereka dapat menggabungkan kemampuan di bidang manajemen proyek, pengembangan aplikasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), desain antarmuka (user interface), hingga analisis kebutuhan pengguna. Sinergi ini berhasil menghasilkan solusi digital yang sesuai dengan permasalahan nyata yang dihadapi oleh mitra industri. Pencapaian dalam proyek ini pun kini menjadi motivasi bersama bagi seluruh anggota tim untuk terus mengembangkan kemampuan dan memberikan kontribusi nyata melalui inovasi teknologi di masa depan.

Melangkah ke depan, Tim Sedang Berusaha tidak lekas berpuas diri. Mereka telah menyusun rencana strategis untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap performa model machine learning. Target berikutnya adalah mengintegrasikan sistem ini ke dalam lingkungan produksi (production environment) yang jauh lebih scalable, sehingga siap digunakan dalam skala industri yang lebih besar. (rr/an)