FILKOM UB dan Komdigi Mantapkan Uji Keandalan Inovasi AI untuk Solusi Bantuan Sosial dan Sekolah Rakyat pada Workshop 3 AITF

MALANG – Program kolaborasi strategis Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kini memasuki fase krusial. Melalui pelaksanaan Workshop 3 yang berada di Auditorium Algoritma FILKOM UB pada 8-9 Juni 2026, fokus kegiatan diarahkan pada tahap uji kelayakan teknis (stress testing) serta kalibrasi model Kecerdasan Artifisial (AI). Evaluasi menyeluruh ini dilakukan guna memastikan bahwa platform digital yang dikembangkan oleh tim mahasiswa memiliki tingkat akurasi yang tinggi serta siap diimplementasikan untuk menjawab tantangan tata kelola data sosial di Indonesia.
Penyelenggaraan Workshop 3 ini mendapat perhatian besar karena fokus pengembangannya menyentuh dua use case utama yang bersifat prioritas, yaitu Pemetaan Kemiskinan dan Bantuan Sosial (MKN) serta Sekolah Rakyat (SR). Kedua proyek tersebut dirancang secara khusus untuk mendukung program efisiensi birokrasi pemerintahan serta perluasan aksesibilitas layanan publik yang berbasis data (data-driven policy).

Dalam rangkaian workshop tersebut, Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM, menegaskan pentingnya proses pengujian ini agar hasil inovasi mahasiswa tidak hanya berhenti sebagai dokumen akademik semata.
“Kami di FILKOM UB berkomitmen penuh untuk mengawal agar hasil inovasi mahasiswa ini tidak sekadar menjadi prototipe laboratorium atau luaran akademik riset biasa. Melalui Workshop 3 ini, model AI diuji secara ketat agar siap menjadi solusi operasional yang andal, aman, dan siap diintegrasikan pada sistem pelayanan publik di berbagai instansi pemerintahan,” ujar Tri Astoto dalam pengarahannya.
Tim mahasiswa memaparkan arsitektur serta kemajuan platform terpadu mereka di hadapan panel ahli yang terdiri dari praktisi industri teknologi, akademisi, dan perwakilan instansi pemerintah terkait. Sesi pendampingan intensif ini difokuskan pada pengujian kapabilitas algoritma pemrosesan data, manajemen risiko teknis, hingga penguatan sistem keamanan sebelum platform tersebut dinyatakan siap pakai.

Pada use case MKN, pengujian ditekankan pada kemampuan model AI dalam mengintegrasikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sistem dievaluasi berdasarkan keandalan algoritmanya dalam menganalisis berbagai parameter kelayakan penerima bantuan—seperti kondisi demografis, tingkat pendapatan, hingga beban tanggungan keluarga. Sinkronisasi ini ditargetkan mampu meminimalisir kesalahan inklusi dan eksklusi (inclusion/exclusion error) guna mengoptimalkan akurasi distribusi bantuan sosial di lapangan.
Sementara itu, pada use case Sekolah Rakyat (SR), evaluasi difokuskan pada keandalan otomatisasi sistem dalam memetakan profil institusi pendidikan marginal serta kebutuhan digitalisasi siswanya. Melalui pemrosesan data yang terstruktur, teknologi AI ini diuji untuk merumuskan rekomendasi intervensi kurikulum dan bantuan fasilitas secara tepat guna.
“Akurasi model yang ditunjukkan oleh mahasiswa pada fase ini sudah menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Validasi parameter data yang mereka lakukan berhasil mendekati standar kebutuhan industri, dan kami optimis platform ini dapat memperkecil disparitas kualitas pendidikan menengah bagi sekolah-sekolah yang minim infrastruktur teknologi,” ungkap Eko Sakti Pramukantoro, S.Kom., M.Kom., Ph.D., salah satu mentor teknis.

Melalui program AITF ini, FILKOM UB bersama Komdigi berkomitmen untuk terus mendampingi mahasiswa menuju tahapan implementasi nyata. Program ini sekaligus mempertegas peran aktif FILKOM UB dalam mencetak talenta digital nasional yang kompeten, responsif, dan adaptif terhadap penyelesaian dinamika sosial di masyarakat.