FILKOM UB Perkuat Literasi AI Global melalui Kuliah Tamu Adjunct Professor dari University of Hafr Batin

MALANG, FILKOM UB – Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) terus memperkokoh posisinya di kancah internasional dengan menghadirkan pendidikan berstandar global bagi para mahasiswanya. Pada Selasa (18/11/2025), FILKOM UB menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Introduction to Machine Learning: K-Nearest Neighbor and Naive Bayes”. Kegiatan strategis ini menghadirkan pakar kenamaan di bidang Artificial Intelligence, Dr. Haruna Chiroma, dari University of Hafr Al Batin, Arab Saudi. Kehadiran pakar internasional di ruang kelas ini merupakan wujud nyata pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 6, yakni terjalinnya kerja sama program studi dengan mitra kelas dunia, sekaligus memenuhi IKU 4 melalui keterlibatan pakar global dalam proses pengajaran di kampus. Acara yang dipandu oleh Dr. Ir. Diva Kurnianingtyas dan Ir. Agus Wahyu Widodo. ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk mendalami transformasi teknologi dari pemrograman konvensional menuju sistem yang mampu belajar secara mandiri. Dr. Haruna menjelaskan bahwa di era masifnya AI, mesin kini bekerja dengan mengenali pola data untuk menghasilkan prediksi otomatis tanpa bergantung sepenuhnya pada instruksi kaku. Upaya peningkatan kualitas pembelajaran ini sejalan dengan komitmen universitas terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang menjamin mahasiswa mendapatkan wawasan teknologi mutakhir langsung dari sumbernya untuk mencetak generasi yang kompetitif di level global.

Dalam sesi teknisnya, Dr. Haruna membedah algoritma Naive Bayes dan K-Nearest Neighbor (KNN) serta implementasinya dalam kehidupan sehari-hari, seperti penyaringan email spam dan sistem rekomendasi digital. Ia menekankan bahwa performa AI sangat bergantung pada integritas dan pembersihan data, sebuah prinsip penting bagi mahasiswa dalam mendorong SDG 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Melalui diskusi interaktif mengenai unsupervised learning dan akurasi model, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar internasional bagi mahasiswa sebagaimana diamanatkan dalam IKU 2, tetapi juga memperkuat SDG 17 melalui kemitraan global yang berkelanjutan antara Universitas Brawijaya dan institusi internasional dalam memajukan ilmu pengetahuan. (dk)