Tim Atyabrama FILKOM UB Lolos ke Tahap Final Kontes Robot Terbang Indonesia 2026

Tim Atyabrama FILKOM UB Lolos ke Tahap Final Kontes Robot Terbang Indonesia 2026

dok. pribadi
Tim Atyabrama FILKOM UB melakukan pertemuan daring dengan pihak Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).

Tim Atyabrama Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) resmi dinyatakan lolos ke tahap final Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 divisi Technology Development (TD), berdasarkan surat resmi Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (BELMAWA) Nomor 3180/DST/B2/DT.01.02/2026 yang dirilis 20 Agustus 2026. Pencapaian ini melanjutkan tahap sebelumnya, setelah Tim Atyabrama dinyatakan lolos Seleksi Proposal KRTI 2026 pada Juni lalu.

Pencapaian ini diraih setelah tim berhasil melewati Seleksi Proposal dan Seleksi Tahap II (Penilaian Kemajuan dan Wilayah). Berdasarkan surat resmi Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, tahap final KRTI Tingkat Nasional 2026 akan dilaksanakan pada Senin–Sabtu, 21–26 September 2026, bertempat di Institut Teknologi Kalimantan dan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Di divisi Technology Development (TD), Tim Atyabrama akan bersaing dengan 10 tim finalis lain dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia, di antaranya Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Teknologi Sumatera, Universitas Gadjah Mada, serta Institut Teknologi Kalimantan selaku tuan rumah penyelenggara.

Pada kompetisi tahun ini, Tim Atyabrama berfokus pada kategori Technology Development (TD) dengan mengembangkan sistem pemetaan spasial tiga dimensi berbasis Rotating LiDAR 2D bernama AkashaNetra. Sistem ini dirancang sebagai payload modular yang dapat diintegrasikan pada platform UAV hexacopter untuk menghasilkan rekonstruksi lingkungan tiga dimensi secara real-time selama wahana beroperasi di udara, dengan fokus pada misi pemantauan wilayah bencana alam secara cepat dan mandiri.

dok. PSIK FILKOM UB
Tim Atyabrama FILKOM UB menampilkan sistem AkashaNetra pada ajang Expo ROBOTIIK, Rabu (2/9/2026).

Inovasi ini lahir dari upaya tim untuk menghadirkan solusi pemetaan 3D yang lebih terjangkau dan adaptif dibandingkan dengan sensor LiDAR 3D komersial yang selama ini mendominasi pasar. Keunggulan utama AkashaNetra terletak pada kemampuan konfigurasi resolusi spasial secara adaptif melalui variasi RPM motor, memungkinkan wahana melakukan pemetaan area luas maupun inspeksi struktur detail sesuai kebutuhan misi.

Tim Atyabrama yang akan bertanding di Balikpapan terdiri atas 15 mahasiswa FILKOM UB lintas program studi, dipimpin oleh Zaskia Fitri Nur Azizah (Teknik Komputer, 2024) selaku Ketua Tim. Susunan tim lainnya:

Nama Program Studi Angkatan Divisi
Zaskia Fitri Nur Azizah Teknik Komputer 2024 Ketua Tim
Adrian Akhmad Abyas Triyono Teknologi Informasi 2024 Manajerial
Fahmi Muhammad Fayid Dhinanta Teknologi Informasi 2024 Programming
Hayqal Husein Alhabsyi Teknik Komputer 2024 Programming
Keirio Omar Attallah Teknik Komputer 2024 Programming
Galih Permana Putra Winardi Teknik Komputer 2024 Elektrikal
Dendy Adrian Munthe Teknik Komputer 2024 Elektrikal
Anugerah Bhumi Nalaputra Teknik Komputer 2025 Mekanikal
Ahmad Fadhil Abyan Teknik Komputer 2024 Mekanikal
Nayla Rayhana Zahrany Teknologi Informasi 2024 Mekanikal
Davin Kenaz Widiananda Tappo Teknik Komputer 2023 Tim Pendukung
Asyam Udaya Sani Teknik Komputer 2023 Tim Pendukung
Salwa Hafizhah Zhahirah Teknik Komputer 2024 Tim Pendukung
Arin Alexia Teknik Informatika 2025 Tim Pendukung
Rifqi Fadhil Abrar Teknik Informatika 2025 Tim Pendukung

dok. PSIK FILKOM UB
Tim Atyabrama FILKOM UB berfoto bersama di depan Gedung Kreativitas Mahasiswa (GKM) FILKOM UB, Rabu (2/9/2026).

Tim dibimbing secara intensif oleh Eko Setiawan, S.T., M.T., M.Eng., Ph.D. Persiapan menuju IKN terus dipacu lewat serangkaian pengujian teknis dan penyempurnaan sistem — berbulan-bulan waktu dihabiskan di laboratorium untuk pemodelan, perakitan mekanik, pengembangan algoritma pemrosesan data, hingga serangkaian uji coba terbang (flight test) guna memastikan keandalan sistem AkashaNetra saat menghadapi penilaian dewan juri KRTI.

Zaskia Fitri Nur Azizah menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tim.

“Lolosnya kami ke final KRTI 2026 adalah buah dari kerja keras seluruh tim yang tidak pernah berhenti berinovasi. Kami membawa AkashaNetra ke IKN dengan keyakinan penuh bahwa sistem yang kami kembangkan mampu membuktikan diri di hadapan juri nasional,” ungkap Zaskia.

Eko Setiawan turut menyampaikan harapannya.

“Keberhasilan Tim Atyabrama lolos ke final KRTI 2026 merupakan hasil dari proses yang panjang, kolaboratif, dan penuh tantangan. AkashaNetra tidak hanya menjadi sebuah inovasi teknologi pemetaan, tetapi juga menjadi sarana mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan rekayasa sistem, problem-solving, dan teamwork. Kami berharap Atyabrama dapat memberikan kontribusi di bidang teknologi dirgantara, menunjukkan performa terbaik, dan membawa nama Universitas Brawijaya, khususnya FILKOM, di tingkat nasional,” ujar Eko.

Tim Atyabrama FILKOM UB kini tengah mempersiapkan diri menjelang keberangkatan ke Balikpapan.

Pencapaian ini selaras dengan SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, lewat pengembangan teknologi pemetaan 3D yang lebih terjangkau sebagai alternatif sensor LiDAR komersial, serta SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, mengingat sistem AkashaNetra secara khusus dirancang untuk mendukung pemantauan cepat wilayah bencana alam. (rr/dso)