FILKOM UB Latih Pelaku Usaha Banyuwangi Membuat Konten Digital dan Narasi Produk

FILKOM UB Latih Pelaku Usaha Banyuwangi Membuat Konten Digital dan Narasi Produk

dok. PSIK FILKOM UB
Sigit Adinugroho, S.Kom., M.Sc., Ph.D., menyampaikan materi dalam pelatihan digital content creation dan narasi produk bagi pelaku usaha Banyuwangi, di Banyuwangi Creative Hub, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (8/8/2026).

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menggelar pelatihan digital content creation dan digital branding bagi pelaku usaha di Banyuwangi Creative Hub, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini merupakan satu dari tiga rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat FILKOM UB yang digelar pada 7–9 Agustus 2026, didanai oleh skema Dana Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2026.

Dalam konteks penyampaian informasi modern, konten digital berfungsi sebagai sarana atau platform yang memuat pesan—mulai dari teks, visual, audio, hingga video interaktif. Sementara itu, narasi produk berperan sebagai ‘jiwa’ yang memberi makna pada konten tersebut. Narasi yang kuat mampu mengubah sekadar daftar spesifikasi teknis menjadi sebuah kisah yang menyentuh kebutuhan, menyelesaikan masalah (problem-solving), dan menciptakan ikatan emosional (emotional connection) bagi para penggunanya.

Pelatihan diikuti oleh 35 peserta dari berbagai sektor usaha dan komunitas kreatif Banyuwangi, meliputi batik dan kriya, bisnis digital, teknologi informasi, multimedia, kuliner, tata busana, hingga komoditas kopi.

Pelatihan ini diketuai oleh Sigit Adinugroho, S.Kom., M.Sc., Ph.D., didukung oleh Dr. Candra Dewi, S.Kom., M.Sc., dan Yuita Arum Sari, S.Kom., M.Kom., Ph.D. Dua mahasiswa Prodi Teknik Informatika Angkatan 2025 FILKOM UB turut dilibatkan, yaitu Mukhammad Dito Okviansyah Ramadhan Putra dan Hudzaifah.

Sigit mengatakan, pelatihan ini ditujukan untuk membantu peserta mengolah identitas dan keunggulan produknya menjadi konten digital yang menarik, informatif, dan relevan dengan kebutuhan pemasaran. Peserta memperoleh penguatan mengenai pentingnya visual, pesan, dan narasi dalam memperkenalkan suatu produk kepada masyarakat.

“Dengan penyusunan konten digital yang terencana, diharapkan dapat membantu pelaku UMKM membangun hubungan yang lebih kuat dengan konsumen, sekaligus memperluas jangkauan promosi produknya melalui media digital,” jelas Sigit.

Sigit menambahkan bahwa tolok ukur keberhasilan kolaborasi konten dan narasi terletak pada transparansi serta relevansi pesan yang diterima oleh audiens. Alih-alih berfokus pada spesifikasi fitur belaka, narasi produk yang kuat hadir untuk menyuarakan solusi, manfaat riil, dan value proposition bagi masyarakat.

Strategi penyampaian cerita (storytelling) yang terstruktur ini menjadi senjata krusial dalam melahirkan produk teknologi yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di industri.

Pelatihan ini menjadi pelengkap dari dua kegiatan sebelumnya dalam rangkaian pengabdian ini — penguatan profil UMKM dan pengenalan AI generatif lewat GenBatik — dengan memastikan identitas dan keunggulan produk yang telah dirumuskan dapat dikomunikasikan secara efektif kepada konsumen.

Pelatihan digital content creation ini selaras dengan SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, lewat penguatan kemampuan pemasaran digital yang mendukung perluasan pasar dan pertumbuhan ekonomi pelaku usaha lokal. (rr)