Tim UDCare FILKOM UB Raih Juara 1 ASTRA Business Innovation Competition Astranauts 2026

Tim UDCare FILKOM UB Raih Juara 1 ASTRA Business Innovation Competition Astranauts 2026

dok. Pribadi
Tim UDCare pada Astranauts 2026 Business Innovation Competition untuk Business Challenge Astra UD Trucks Sales Operation. Selasa, 28 Juli 2026.

Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) yang tergabung dalam tim UDCare, berhasil meraih Juara 1 Idea Track pada Astranauts 2026 Business Innovation Competition untuk Business Challenge Astra UD Trucks Sales Operation. Kegiatan lomba dilaksanakan pada Selasa, 28 Juli 2026 di Menara Astra, Jakarta.

Tim ini beranggotakan Andika Dwi Setya Nugraha (’23Program Studi Sistem Informasi), Atha Azzahra Khairun Nisa (’23Program Studi Teknologi Informasi), Puteri Ajeng Maharani (’23Program Studi Sistem Informasi), Nova Kurnia Putri (’23Program Studi Teknik Informatika), dan Dody Syah Putra (’23Program Studi Sistem Informasi). Mereka berhasil melewati rangkaian seleksi dan pengembangan solusi dalam kompetisi inovasi digital berskala nasional yang diikuti lebih dari 500 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Astranauts merupakan kompetisi inovasi digital dan konferensi teknologi berskala nasional yang diinisiasi PT Astra International Tbk sejak 2022. Pada penyelenggaraan kelima ini, Astranauts 2026 mengusung tema “ACCELERATE 2026: From Pilot to Business Transformation, Boosting Efficiency and Unlocking New Value”, menghadirkan business challenge dari sejumlah perusahaan Grup Astra: PT Astra Honda Motor, PT Federal International Finance, PT Kalimantan Prima Persada, PT Pamapersada Nusantara, serta Astra UD Trucks. Kompetisi ini juga membuka Cross-Industry Challenge untuk berbagai sektor lain.

Astranauts 2026 membuka dua jalur kompetisi: Product Track, ditujukan bagi perusahaan atau startup yang telah memiliki Minimum Viable Product (MVP) dan traksi pasar, serta Idea Track, diperuntukkan bagi mahasiswa aktif jenjang S1 hingga S2 untuk mengembangkan ide inovatif menjawab business challenge yang diberikan.

Atha menyampaikan bahwa solusi UDCare telah berada pada tahap produk digital yang matang — bukan sekadar konsep ide. Tim ini berkompetisi dan meraih penghargaan pada Idea Track, bersanding dengan solusi dari kalangan perusahaan dan startup.

Tim UDCare mengembangkan UDCare, Digital Aftersales Ecosystem for Astra UD Trucks—platform digital yang dirancang mendukung transformasi layanan purnajual kendaraan komersial Astra UD Trucks. Solusi ini mengintegrasikan berbagai kebutuhan aftersales dalam satu ekosistem digital, mulai dari layanan servis kendaraan, jaringan bengkel, distribusi suku cadang, hingga wawasan operasional. Dalam pengembangannya, UDCare memanfaatkan sejumlah teknologi berbasis data, termasuk Location-Based Services (LBS), data analytics, predictive maintenance, dan Decision Support System (DSS). Platform ini dirancang membantu pengguna memperoleh akses layanan purnajual secara lebih efisien, sekaligus mendukung Astra UD Trucks meningkatkan visibilitas dan pengelolaan layanan aftersales.

Pengembangan UDCare berangkat dari berbagai tantangan dalam ekosistem layanan purnajual kendaraan komersial, termasuk akses layanan servis, distribusi suku cadang, pemantauan kendaraan, serta kebutuhan pengambilan keputusan berbasis data. Tim melakukan proses observasi, pengumpulan informasi, dan validasi untuk memahami kebutuhan pengguna serta proses operasional di lapangan.

Rangkaian kompetisi membawa peserta melalui tahap penjaringan, pembimbingan, hingga presentasi final di hadapan dewan juri pada Demo Day. Astranauts turut memberikan kesempatan bagi para finalis mendapatkan pendampingan dari pakar dan pemimpin industri, serta membuka peluang kolaborasi dengan Grup Astra.

Tim UDCare mempresentasikan solusinya di hadapan dewan juri yang terdiri atas para pemimpin dan profesional Grup Astra, termasuk Moses Giovanni Kosasih, Chief Operating Officer Astra UD Trucks, bersama perwakilan Astra, PAMA, FIFGROUP, Astra Honda Motor, dan Kalimantan Prima Persada.

Direktur Astra, Santosa, menyampaikan bahwa Astranauts diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan prototipe, tetapi solusi yang dapat berkembang dan memberi nilai bagi bisnis.

“Kami percaya bahwa teknologi tidak hanya menghadirkan efisiensi operasional, tetapi juga mempercepat transformasi bisnis,” ujar Santosa.

Ia menambahkan, Astra berharap semakin banyak solusi digital dari Astranauts yang dapat diimplementasikan dan dikembangkan bersama Grup Astra untuk memberi dampak positif bagi dunia usaha maupun ekosistem digital Indonesia.

Dalam proses pengembangan dan persiapan kompetisi, tim mendapat bimbingan Ir. Aryo Pinandito, S.T., M.MT., Ph.D. dan Dr.Eng. Ir. Herman Tolle, S.T., M.T. Keterlibatan kedua dosen menjadi bagian dari pendampingan akademik tim selama proses pengembangan solusi dan persiapan kompetisi.

Atas pencapaian ini, Tim UDCare memperoleh apresiasi dari Astranauts 2026 serta kesempatan menjajaki kolaborasi dengan Grup Astra dalam pengembangan solusi yang dimiliki. Para pemenang Astranauts 2026 turut memperoleh hadiah uang tunai dan sejumlah peluang pengembangan lainnya.

“Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Semoga solusi UDCare dapat terus dikembangkan dan bermanfaat bagi industri,” ujar Andika mewakili tim.

Keberhasilan Tim UDCare menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa FILKOM UB dalam menghadirkan inovasi digital yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa mengidentifikasi persoalan nyata di dunia industri dan menerjemahkannya menjadi produk digital yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.

Prestasi ini sejalan dengan SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi tepat guna untuk mendukung transformasi industri, serta SDG 4 – Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja. (aa/rr)