FILKOM Perkuat Kesiapan Penilaian Zona Integritas melalui Monev dan Pendampingan SRB UB

FILKOM Perkuat Kesiapan Penilaian Zona Integritas melalui Monev dan Pendampingan SRB UB

dok. PSIK FILKOM UB

Pembangunan Zona Integritas (ZI) bukan sekadar urusan administratif di atas kertas, melainkan sebuah proses transformasi organisasi yang berkelanjutan. Memegang teguh prinsip tersebut, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) terus mematangkan langkah nyata demi mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Sebagai langkah konkret, FILKOM UB menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Pendampingan Pelaksanaan Pembangunan ZI pada Rabu, 20 Mei 2026. Bertempat di gedung F, FILKOM UB, pertemuan ini sebagai bagian dari persiapan intensif menjelang penilaian lapang oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Irjen Kemendiktisaintek). Langkah ini sekaligus memperkuat konsistensi sejak FILKOM UB resmi mencanangkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., yang menyampaikan apresiasi tinggi atas pendampingan intensif dari Tim Satuan Reformasi Birokrasi (SRB) UB.

Hadir mendampingi Dekan, Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya FILKOM UB, Dr.Eng. Gembong Edhi Setyawan, S.T., M.T., bersama, Tim ZI FILKOM, Tim Penanganan Pengaduan dan Pengendalian Gratifikasi (TP3G), serta jajaran Agen Perubahan fakultas. Pada kesempatan ini, hadir juga Ketua SRB UB, Dr. Ngesti Dwi Prasetyo, S.H., M.Hum. beserta tim.

Dalam arahannya, Dekan menegaskan bahwa esensi utama dari reformasi birokrasi ini adalah membangun budaya organisasi yang matang dan berorientasi pada sistem (system-oriented). FILKOM UB berkomitmen penuh untuk menjadi institusi yang tangguh secara sistemis, tanpa bergantung pada figuritas kepemimpinan tertentu.

Oleh karena itu, keselarasan antara dokumen kebijakan dan implementasi real di lapangan menjadi poin mutlak yang tidak bisa ditawar. Seluruh praktik tata kelola terbaik harus tercermin dalam perilaku kerja sehari-hari, baik oleh sivitas akademika maupun tenaga kependidikan.

“Yang ingin kita bangun bukan sekadar kelengkapan dokumen, tetapi budaya organisasi yang autentik. Apa yang tertulis dalam dokumen harus sama dengan yang dilaksanakan di lapangan. Harapannya, kapan pun tim penilai, auditor, maupun asesor datang ke FILKOM, mereka akan menemukan kesesuaian antara sistem yang didokumentasikan dan praktik yang dijalankan,” ungkap Dekan dengan tegas.

dok. PSIK FILKOM UB

Dalam sesi monev, Tim SRB UB memaparkan berbagai lompatan positif yang telah dicapai oleh FILKOM. Beberapa di antaranya meliputi masifnya digitalisasi layanan, modernisasi fasilitas pendukung pelayanan publik, serta penguatan komunikasi publik melalui website dan media sosial resmi fakultas. Catatan impresif ini menjadi kelanjutan dari evaluasi berkala yang terus dipantau, termasuk saat FILKOM UB laksanakan Monev ZI pada periode sebelumnya.

Kendati demikian, tim pendamping tetap memberikan sejumlah rekomendasi strategis demi mencapai hasil top-notch. Fokus penguatan diarahkan pada penajaman Standar Operasional Prosedur (SOP), peningkatan awareness SDM terhadap nilai-nilai WBK, optimalisasi layanan publik yang inklusif, serta publikasi dampak inovasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Pendampingan ini juga menekankan akselerasi pada enam area perubahan utama ZI, yaitu:

  • Management Perubahan
  • Penataan Tata Laksana
  • Penataan Sistem Manajemen SDM
  • Penguatan Akuntabilitas Kinerja
  • Penguatan Pengawasan
  • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Menindaklanjuti hasil Monev ini, FILKOM UB bergerak cepat dengan menyusun langkah perbaikan terukur, koordinasi lintas unit, serta sosialisasi masif. Melalui komitmen kolektif dari seluruh elemen fakultas, FILKOM UB optimis tidak hanya mampu melewati verifikasi lapang dengan hasil terbaik, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan prima (excellent service) yang berdampak nyata bagi kepercayaan publik. (div/rr)