FILKOM UB Gelar Guest Lecture Internasional Kupas Potensi Blockchain dan Cybersecurity

FILKOM UB Gelar Guest Lecture Internasional Kupas Potensi Blockchain dan Cybersecurity

dok. Pribadi

Dalam upaya memperluas wawasan global serta membedah teknologi masa depan, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menggelar International Guest Lecture Series pada Kamis (21/5/2026). Agenda melalui Google Meet ini mengusung topik “Blockchain Beyond Cryptocurrency: Cybersecurity, Trust, and Digital Resilience”.

Kegiatan ini menghadirkan Gabriel Avelino Sampedro, Ph.D., dari Department of Science and Technology – Metals Industry Research and Development Center, sekaligus Adjunct Professor dari Filipina. Guest lecture ini mengupas tuntas penerapan blockchain di luar konteks mata uang digital.

Dalam pemaparannya, Gabriel meluruskan persepsi umum yang kerap mengidentikkan blockchain dengan cryptocurrency. Ia menegaskan bahwa blockchain pada dasarnya adalah teknologi pencatatan terdistribusi yang menawarkan keandalan tinggi dalam menjaga integritas data, memperkuat keamanan siber, serta membangun ketahanan digital di era modern.

Lebih lanjut, ia memaparkan perbedaan mendasar antara blockchain dan basis data tradisional. Jika basis data tradisional dikontrol oleh satu otoritas dan catatannya mudah diubah, blockchain dikelola secara terdesentralisasi. Setiap perubahan data tercatat secara transparan dan sangat sulit untuk dimanipulasi (tamper-resistant).

Keamanan data pada blockchain didukung oleh teknologi kriptografi hashing. Setiap blok memiliki kode unik yang saling terhubung. Apabila terdapat upaya perubahan data tanpa izin secara ilegal, rantai kode akan terputus dan manipulasi tersebut dapat langsung terdeteksi oleh seluruh jaringan secara real-time.

“Teknologi ini sangat ampuh untuk audit jejak aman. Ketika terjadi peretasan, peretas biasanya menghapus jejak log sistem. Dengan blockchain, seluruh riwayat aktivitas tersimpan secara permanen sehingga investigasi forensik digital dapat dilakukan secara akurat,” jelasnya.

Di dunia nyata, blockchain telah terbukti memperkuat keamanan rantai pasok (supply chain security). Gabriel mencontohkan penggunaan teknologi ini oleh perusahaan global seperti Walmart untuk melacak sumber kontaminasi bahan pangan dalam hitungan detik, berbeda dengan sistem tradisional yang membutuhkan waktu berhari-hari.

Penyelenggaraan kuliah tamu internasional ini menjadi langkah konkret FILKOM UB dalam memperkuat reputasi akademik internasional. Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian dua target Pembangunan Berkelanjutan Global (Sustainable Development Goals).

Program ini mendukung SDG 04: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penyediaan akses pembelajaran berstandar global bagi para mahasiswa. Selain itu, materi ketahanan infrastruktur informasi ini turut mendukung SDG 09: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure) dalam mewujudkan ekosistem digital yang aman dan andal. (rr)