Perkuat Keamanan OJS, Inovasi “Satpam Digital” Tim 1 G2 Raih Predikat Produk Terbaik di FILKOM UB Capstone Graduation Showcase 2026

Perkuat Keamanan OJS, Inovasi “Satpam Digital” Tim 1 G2 Raih Predikat Produk Terbaik di FILKOM UB Capstone Graduation Showcase 2026

dok. Pribadi

Dalam ajang Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) Capstone Graduation Showcase 2026, yang telah terlaksana di 17 dan 18 Juni 2026, prestasi membanggakan diukir oleh Tim 1 dari Topik G2. Delapan mahasiswa yang berhasil menyabet penghargaan bergengsi sebagai Best Product tersebut adalah Nur Aisyah Turrida (23 – Sistem Informasi), Muhammad Algifary Adabi (23 – Sistem Informasi), Alfi Muhammad Ghiffari (23 – Teknik Informatika), Alarik Muhammad Nakharry (23 – Teknik Informatika), Timotius Joseph Mahardika Hartono (23 – Teknik Komputer), Adwa’ Muhammad Asytar (23 – Teknik Komputer), Graine Ivana Lumbantobing (23 – Teknologi Informasi), dan Michael Andro Nathaniel (23 – Teknik Informatika).

Prestasi tertinggi dalam ajang tahunan FILKOM UB ini mereka raih berkat inovasi bernama Open Journal System (OJS) Integrated Security Scanner. Sistem proteksi ini dirancang khusus bertindak sebagai “satpam digital” yang mampu mendeteksi berbagai celah kerentanan keamanan pada platform OJS secara lebih dini, terstruktur, dan komprehensif.

Melalui skema kompetisi tersebut, salah satu mitra strategis yang terlibat, yaitu Seclab Indonesia, mengusung Topik G2 dengan fokus pada pengembangan solusi keamanan siber (cybersecurity). Di bawah bimbingan intensif dari Eko Sakti Pramukantoro, S.Kom., M.Kom., Ph.D., tim ini berhasil mentransformasikan ide teoretis menjadi sebuah produk nyata melalui tahapan rekayasa perangkat lunak yang sangat ketat.

Proses panjang tersebut dimulai dari analisis kebutuhan bersama Seclab Indonesia, perancangan arsitektur sistem, implementasi modul analisis keamanan, hingga pengujian intensif pada lingkungan simulasi (staging environment). Hasil pengujian akhir membuktikan bahwa sistem inovasi mereka mampu membaca indikasi kerentanan pada kode OJS dan menyajikannya dalam bentuk laporan yang lebih mudah dipahami oleh administrator maupun pengembang. 

Latar belakang penciptaan inovasi ini didasarkan pada fakta bahwa OJS banyak digunakan oleh perguruan tinggi dan lembaga penelitian dalam mengelola publikasi jurnal ilmiah. Guna melahirkan solusi preventif yang andal, proyek berskala industri ini digarap selama masa perkuliahan, di mana para mahasiswa ditantang untuk menyelesaikan 16 studi kasus nyata dari berbagai mitra industri terkemuka.

dok. Pribadi

Kehadiran OJS Integrated Security Scanner ini menjadi solusi preventif bagi para administrator web dan pengembang (developers) untuk menutup celah keamanan sebelum sempat dieksploitasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Berbeda dengan sistem keamanan konvensional yang cenderung bersifat reaktif setelah peretasan terjadi, OJS Integrated Security Scanner bekerja secara proaktif. Sistem ini menerapkan konsep Static Application Security Testing (SAST) untuk memindai dan melakukan analisis mendalam langsung terhadap source code (kode sumber) dari platform OJS tersebut.

Melalui mekanisme analisisnya, sistem ini mampu mengidentifikasi pola kode yang berpotensi menimbulkan kerentanan, memetakan hasil temuan berdasarkan referensi global Common Vulnerabilities and Exposures (CVE) serta Common Weakness Enumeration (CWE), serta mengklasifikasikan tingkat risiko kerentanan berdasarkan severity. Tidak hanya mendeteksi, platform ini juga memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu memberikan rekomendasi perbaikan kode kepada pengembang.

Eko selaku dosen pembimbing menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Tim 1 Topik G2 yang berhasil meraih penghargaan Best Product pada FILKOM UB Capstone Graduation Showcase 2026.

“OJS Integrated Security Scanner ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, mengingat OJS digunakan secara luas oleh perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk mengelola publikasi jurnal ilmiah, namun celah keamanannya seringkali luput dari perhatian. Selama proses pembimbingan, saya melihat bagaimana mahasiswa tidak hanya belajar aspek teknis rekayasa perangkat lunak, tetapi juga berlatih berpikir sistematis dalam menyelesaikan permasalahan keamanan siber yang kompleks, mulai dari analisis kebutuhan bersama Seclab Indonesia hingga pengujian pada staging environment. Capaian ini membuktikan bahwa kolaborasi yang erat antara dunia akademik dan industri mampu menghasilkan solusi yang aplikatif dan relevan.” ungkap Eko.

Seluruh hasil pemindaian kemudian disajikan dalam bentuk laporan otomatis dan sistem notifikasi berkala. Fitur ini tentu sangat memudahkan tim teknologi informasi (IT support) dalam melakukan pemantauan serta mitigasi risiko secara lebih cepat dan terdokumentasi. 

Ke depan, orientasi pengembangan OJS Integrated Security Scanner akan difokuskan pada peningkatan akurasi deteksi melalui mekanisme validasi runtime. Tim juga berencana memperluas cakupan analisis terhadap berbagai jenis varian virus siber baru, serta mengintegrasikannya ke dalam ekosistem DevSecOps agar bisa diadopsi secara luas oleh berbagai institusi global. (rr/nat)