Tim Atyabrama FILKOM UB Lolos Seleksi Proposal Kontes Robot Terbang Indonesia 2026

Tim Atyabrama FILKOM UB Lolos Seleksi Proposal Kontes Robot Terbang Indonesia 2026

dok. Pribadi

Berdasarkan surat resmi Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Nomor 1776/DST/B2/DT.01.02/2026 yang dirilis pada tanggal 22 Mei 2026 yang lalu, Di Bawah naungan organisasi mahasiswa ROBOTIIK Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB), Tim Atyabrama dinyatakan resmi lolos Seleksi Proposal Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026.

Gelaran rutin berskala nasional ini rencananya akan diselenggarakan di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada bulan September 2026 mendatang. Keberhasilan lolosnya proposal ini menjadi gerbang awal bagi Atyabrama untuk melangkah ke tahap pengumpulan Laporan Kemajuan yang dijadwalkan paling lambat pada tanggal 11 Agustus 2026.

Dalam kompetisi ketat tahun ini, Tim Atyabrama memutuskan untuk memusatkan seluruh kekuatan risetnya pada kategori Technology Development (TD). Kategori ini menuntut tingkat inovasi tinggi serta pengembangan sub-sistem baru yang aplikatif bagi kemajuan teknologi wahana terbang tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

Ide yang diangkat oleh Tim Atyabrama dalam KRTI Technology Development 2026 ini berfokus pada misi kemanusiaan dan mitigasi darurat. Tim tengah mengembangkan sebuah sistem otonom cerdas pada wahana terbang yang dirancang khusus untuk memantau daerah yang terdampak bencana alam secara cepat (rapid monitoring).

Sistem ini diproyeksikan mampu menembus area-area ekstrem yang terisolasi untuk melakukan pemetaan visual secara real-time. Melalui pemrograman flight controller dan implementasi algoritma mission planning yang presisi, drone diharapkan dapat menjelajahi wilayah bencana secara mandiri.

Sistem kemudian akan mengirimkan data spasial penting ke posko utama, bahkan ketika infrastruktur komunikasi darat di lokasi tersebut lumpuh total. Inovasi preventif ini diharapkan menjadi solusi solutif bagi penanganan bencana di masa depan.

dok. PSIK FILKOM UB

Inovasi luar biasa ini lahir dari sepuluh mahasiswa FILKOM UB lintas program studi yang dipimpin oleh Zaskia Fitri Nur Azizah (24 – Teknik Komputer) selaku Ketua Tim. Tim ini terdiri dari Adrian Akhmad Abyas Triyono (24 – Teknologi Informasi) di lini Managerial, Fahmi Muhammad Fayid Dhinanta (24 – Teknologi Informasi), Hayqal Husein Alhabsyi (24 – Teknik Komputer), dan Keirio Omar Attallah (24 – Teknik Komputer) di lini Programming, Galih Permana Putra Winardi (24 – Teknik Komputer) dan Dendy Adrian Munthe (24 – Teknik Komputer) di lini Elektrikal, serta Anugerah Bhumi Nalaputra (25 – Teknik Komputer), Ahmad Fadhil Abyan (24 – Teknik Komputer), dan Nayla Rayhana Zahrany (24 – Teknologi Informasi) di lini Mekanikal.

Langkah menuju IKN bukanlah perjalanan yang instan. Di bawah bimbingan intensif Eko Setiawan, S.T., M.T., M.Eng., Ph.D., komitmen dan kerja keras Tim Atyabrama sudah mulai dipacu sejak bulan Januari 2026 awal tahun ini.

Proses panjang yang telah berjalan selama berbulan-bulan ini dihabiskan di dalam laboratorium untuk melakukan pemodelan, perakitan mekanik, penyusunan kode pemrograman sistem otonom, hingga serangkaian uji coba terbang (flight test). Persiapan matang dilakukan sejak awal tahun demi memastikan keandalan sistem saat menghadapi peninjauan ketat dari dewan juri KRTI kelak.

Di balik ambisi besar dan semangat yang menyala, perjalanan riset yang ditempuh oleh seluruh anggota tim menuntut ketelitian teknis yang sangat tinggi. Guna memenuhi standar regulasi kompetisi yang ketat, tim ditantang untuk melakukan tata kelola komponen perangkat keras (hardware) dan sinkronisasi fasilitas laboratorium secara sangat selektif dan presisi.

“Dengan mengoptimalkan algoritma perangkat lunak, tim Atyabrama membuktikan bahwa inovasi andal tetap bisa dilahirkan dari dedikasi yang konsisten,” ungkap Zaskia.

Menyiasati dinamika riset tersebut, mentalitas juara dari tim dan dosen pembimbing justru makin teruji. Langkah ini diakali dengan kreativitas tinggi; tim berfokus pada optimasi perangkat lunak (software) serta melakukan improvisasi mekanik guna memaksimalkan efisiensi dari setiap komponen yang tersedia di meja praktikum.

“Pengalaman tahun sebelumnya menjadi motivasi dalam mempersiapkan tim lebih matang, dan kami berharap inovasi yang dikembangkan rekan-rekan Atyabrama tidak hanya mengantarkan prestasi di KRTI 2026, tetapi juga memberikan kontribusi bagi pengembangan teknologi navigasi otonom quadcopter di Indonesia,” jelas Eko selaku dosen pembimbing

Tim Atyabrama FILKOM UB terus menyempurnakan berbagai aspek dari sistem otonom yang mereka kembangkan. Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi FILKOM UB dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. (rr/dso)