Wujudkan Smart Green Campus: Komitmen Dekanat FILKOM UB dalam Transparansi Alur Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Berbasis SDGs

Wujudkan Smart Green Campus: Komitmen Dekanat FILKOM UB dalam Transparansi Alur Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Berbasis SDGs

dok. PSIK FILKOM UB

Di tengah pesatnya perkembangan inovasi digital, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) tidak melupakan tanggung jawabnya terhadap kelestarian bumi. Komitmen dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan berkelanjutan diwujudkan melalui sistem pengelolaan sampah terpadu yang dirancang secara efektif dan tepat guna.

Melalui koordinasi erat di bawah Tim Smart Green Campus, kebijakan dekanat ini hadir sebagai implementasi nyata dari pilar Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini menyasar target global pada SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Aktivitas penanganan limbah domestik dan akademik ini berjalan secara rutin setiap hari kerja pada pagi dan sore hari, dimulai sejak pukul 06.00 WIB di seluruh area gedung fakultas. Dalam eksekusinya, dekanat memastikan sistem berjalan dengan baik melalui kerja sama dengan PT Werbel Indonesia Services (WIS) selaku mitra pelaksana lapangan yang memiliki kontrak resmi.

Tim WIS bergerak secara terstruktur di bawah supervisor dan koordinator lapangan yang bertanggung jawab penuh memimpin para personel kebersihan. Seluruh operasional ini disupervisi langsung oleh Tim Smart Green Campus FILKOM UB yang diketuai oleh Dr. Tibyani, S.T., M.T.

Prosedur tata kelola limbah di FILKOM UB dirancang melalui alur yang sangat sistematis guna memastikan efisiensi kerja. Tahap pertama dimulai oleh personel lapangan Tim WIS dengan mengambil sampah secara berkala dari setiap unit kerja dan ruangan yang tersebar di setiap lantai gedung fakultas. Sampah yang telah dikumpulkan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kantong sampah (trash bag) khusus, lalu diangkut menggunakan troli menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang dipusatkan di area basement.

dok. PSIK FILKOM UB

Untuk memastikan kebersihan area vertikal secara optimal, penugasan personel kebersihan dibagi secara spesifik per lantai.Prosedur tata kelola limbah di FILKOM UB dirancang melalui alur yang sangat sistematis guna memastikan efisiensi kerja. Tahap pertama dimulai oleh personel lapangan Tim WIS dengan mengambil sampah secara berkala dari setiap unit kerja dan ruangan yang tersebar di setiap lantai gedung fakultas. Sampah yang telah dikumpulkan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kantong sampah (trash bag) khusus, lalu diangkut menggunakan troli menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang dipusatkan di area basement.

Setelah seluruh limbah terkumpul di area basement, di bawah pengawasan ketat koordinator lapangan, dilakukan proses pemilahan secara manual ke dalam tiga kategori utama, yaitu sampah organik, sampah non-organik, dan sampah elektronik (electronic waste / e-waste). Pada kategori non-organik, botol plastik dipisahkan secara khusus dari tutupnya untuk mempermudah proses daur ulang (recycling). Selain itu, limbah berbahan kertas dan kardus juga dikelompokkan berdasarkan jenisnya agar menjaga nilai guna material tersebut.

Sebagai fakultas yang bergerak di bidang teknologi informasi, FILKOM UB memberikan perhatian ekstra pada penanganan e-waste. Sampah elektronik seperti kabel, charger, baterai bekas, hingga komponen perangkat keras (hardware) komputer yang rusak dipisahkan secara ketat oleh Tim WIS. Prosedur penanganan khusus ini diterapkan guna mencegah kebocoran zat kimia berbahaya yang berpotensi mencemari lingkungan sekitar kampus.

Pada tahap akhir, sistem memastikan bahwa setiap kategori sampah yang telah dipilah mendapatkan penanganan hilir yang tepat dan bernilai guna. Sampah non-organik bernilai ekonomis seperti plastik, kertas, kardus, serta beberapa komponen elektronik tertentu akan disalurkan ke mitra penyedia jasa daur ulang untuk diproses kembali menjadi produk baru.

Sementara itu, untuk sampah organik, FILKOM UB memanfaatkan lahan internal dengan mengalokasikannya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terintegrasi di area pertanian Fakultas Ilmu Komputer. Di lokasi ini, limbah organik tersebut dikelola lebih lanjut untuk dijadikan pupuk kompos yang menyokong vegetasi hijau di lingkungan sekitar fakultas. Melalui hilirisasi yang terukur ini, FILKOM UB membuktikan bahwa sinergi manajemen yang disiplin mampu memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian bumi. (rr)