Isi 10 Hari Terakhir Ramadan dengan Kebaikan, FILKOM UB Adakan Buka Bersama dan Santunan

Memasuki fase sepuluh hari terakhir Ramadan 1447 H, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menyelenggarakan acara Buka Puasa Bersama pada Kamis (12/3/2026). Bertempat di Auditorium Algoritma FILKOM UB, kegiatan ini menjadi momentum istimewa yang mempertemukan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), perwakilan lembaga mahasiswa, hingga keluarga besar civitas akademika dalam suasana kekeluargaan.
Sebelum rangkaian acara resmi dimulai, para tamu undangan berkesempatan memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang bekerja sama dengan BMH (Baitul Maal Hidayatullah). Pemeriksaan ini meliputi pengecekan kesehatan umum sebagai bentuk perhatian fakultas terhadap kebugaran civitas akademika di tengah ibadah puasa.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 96-97 oleh Nisrina Indriani Jatmiko sebagai qoriah, didampingi oleh Salwa Rahmadhani Angi sebagai pembaca sari tilawah. Ayat tersebut memberikan pesan mendalam mengenai ganjaran kehidupan yang baik dan pahala bagi mereka yang beramal saleh dengan landasan iman.
Dalam sambutannya, Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM, menyampaikan bahwa momen ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara tuntutan profesional dan kebutuhan spiritual.
“Di tengah kesibukan kita mengelola teknologi pendidikan, kita tidak boleh melupakan aspek hati. Acara ini adalah waktu untuk sejenak berhenti, bersyukur, dan saling menguatkan sebagai satu keluarga besar,” tuturnya.

Inti kegiatan diisi dengan kajian rohani oleh Dr. Khusnul Fathoni Effendy, M.Ag. bertajuk “Relasi Puasa dengan Peningkatan Kualitas Hidup”. Dalam paparannya yang mendalam, beliau mengingatkan audiens bahwa puasa bukan sekadar menahan rasa lapar, melainkan momentum untuk memperbaiki kualitas diri melalui pengendalian lisan.
Beliau memaparkan peringatan keras bagi umat Muslim, khususnya dalam interaksi sosial sehari-hari. Mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Dr. Khusnul memberikan pengingat mengenai bahaya lisan yang sering kali tidak disadari, seperti perilaku melaknat atau sikap kurang bersyukur (kufur) terhadap kebaikan sesama.
“Lisan bisa menjadi penentu keselamatan seseorang. Tanpa penjagaan yang baik, lisan dapat menjadi penghalang bagi seseorang untuk melangkah menuju surga,” jelas beliau.
Lebih lanjut, Dr. Khusnul membedah secara mendalam prinsip-prinsip komunikasi dalam Islam yang tertuang dalam Al-Qur’an sebagai standar kualitas hidup seorang mukmin. Beliau menjelaskan bahwa komunikasi yang berkualitas dimulai dari Qaulan Sadidan, yakni berbicara dengan jujur dan benar, yang kemudian didukung oleh Qaulan Balighan agar pesan yang disampaikan menjadi efektif serta membekas di jiwa pendengarnya.
Beliau juga menekankan pentingnya aspek kesantunan melalui Qaulan Ma’rufan yang sesuai dengan norma kepantasan, serta Qaulan Kariman sebagai bentuk pemuliaan kata saat berinteraksi dengan orang tua maupun pimpinan. Selain itu, dalam menyampaikan kebenaran, beliau mengingatkan agar tetap menggunakan Qaulan Layyinan atau tutur kata yang lemah lembut meskipun terhadap pihak yang berbeda pandangan. Sebagai pelengkap, komunikasi seorang mukmin hendaknya mengandung Qaulan Maysuran, yaitu perkataan yang ringan, optimis, dan mampu menyenangkan hati lawan bicara.
“Dunia digital saat ini sangat rentan dengan fitnah dan kata-kata yang menyakitkan. Oleh karena itu, teknologi yang dikembangkan di FILKOM akan benar-benar menjadi sarana ibadah dan ladang pahala jika lisan serta etika komunikasi kita, baik di dunia nyata maupun dunia maya, tetap terjaga sesuai tuntunan syariat,” tegas Dr. Khusnul.
Sebagai penutup kajian, beliau mengajak hadirin untuk memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan sebagai ajang “remedial” lisan, dengan meningkatkan kualitas pelayanan kepada mahasiswa dan bekerja dengan tutur kata yang menyejukkan.

Sebagai bentuk rasa syukur, FILKOM UB merangkul anak-anak dari Panti Asuhan Putri Aisyiyah dan Panti Asuhan Sunan Ampel Kota Malang untuk berbagi keberkahan. Prosesi penyerahan santunan oleh jajaran pimpinan fakultas menjadi simbol nyata bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan kepekaan sosial. Rangkaian acara ditutup dengan doa dan buka puasa bersama yang penuh kehangatan, memperkuat kembali rasa persatuan dan kekeluargaan yang selama ini menjadi fondasi di FILKOM UB. (rr)