FT UB dan FILKOM UB Inisiasi Kolaborasi dengan BRIN dalam Pengembangan Ekosistem Smart Electrical Vehicles dan Charging Station

Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya dan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) menginisiasi kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan Ekosistem Smart Electrical Vehicles (EV) dan Charging Station. Inisiasi kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat riset, pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan agenda transisi energi dan pengembangan kendaraan listrik nasional. Inisiasi tersebut ditandai dengan kunjungan Tim Kelompok Riset e-mobility Pusat Riset Teknologi Kelistrikan, Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN ke FTUB pada Senin (19/1/2026). Tim BRIN dipimpin oleh Dr. Sarjono, B.Eng., M.Eng., dan (candidate) Dr. Riza, M.Eng. Kunjungan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama riset dan pengembangan di bidang kendaraan listrik dan infrastruktur pendukungnya.
Dari pihak UB, kolaborasi ini melibatkan dua fakultas. Tim FT UB diwakili oleh Dekan, Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., beserta jajaran dosen dan peneliti lintas bidang keteknikan, antara lain Muhammad Aziz Muslim, Ph.D., Ir. Rahmadwati, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Rini Nur Hasanah, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., SMIEEE., Dr. Fakhriy Hario P., S.T., M.T., IPM., Ir. Ali Mustofa, S.T., M.T., IPM., Dr. Ir. Dipl.-Ing. Mohammad Rusli, Tim Respro, Rusmi Ambarwati, S.T., M.T., serta Ir. Nanang Sulistyanto, M.T., Ph.D. Sementara itu, FILKOM UB diwakili oleh Dr. Tibyani, S.T., M.T., pencetus kolaborasi, anggota Peneliti Learning Technology sekaligus CEO Tetenger Bumi UB.

Inisiasi kolaborasi ini dinilai krusial seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik di Indonesia. Pertumbuhan tersebut secara langsung mendorong kebutuhan akan pengembangan infrastruktur charging station yang andal, cerdas, dan terintegrasi dengan sistem kelistrikan nasional. Berdasarkan data periode Februari–Maret 2025 yang bersumber dari Kementerian ESDM, PLN, Gaikindo, dan Katadata (2024–2025), jumlah infrastruktur pendukung EV di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan. Tercatat sebanyak 3.233 hingga 3.772 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), sekitar 1.902 unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), kurang lebih 9.956 unit Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) untuk sepeda motor listrik, serta 28.356 Home Charging Support (HCS). Secara keseluruhan, jumlah charging station nasional mengalami pertumbuhan hingga 299 persen dibandingkan tahun 2023, dari 1.081 unit menjadi lebih dari 3.200 unit.

Dalam konteks tersebut, kolaborasi UB dan BRIN diharapkan tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi kendaraan listrik, tetapi juga pada pembangunan ekosistem cerdas yang mencakup sistem kelistrikan, manajemen beban energi, pemanfaatan teknologi digital, serta kesiapan sumber daya manusia. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan pendekatan multidisipliner, mulai dari aspek rekayasa kelistrikan hingga pengembangan sistem cerdas berbasis data dan kecerdasan buatan. Hasil dari inisiasi kolaborasi ini direncanakan akan dituangkan dalam bentuk Persetujuan Kerja Sama (PKS) antara UB dan BRIN. Ruang lingkup kerja sama meliputi kegiatan penelitian bersama, penguatan pendidikan dan pengembangan talenta, serta pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pengembangan ekosistem EV dan Charging Station di Indonesia. Tibyani menyampaikan bahwa PKS ini menjadi fondasi penting bagi penguatan kolaborasi riset lintas disiplin dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang adaptif dan berkelanjutan.
“Integrasi antara teknologi kelistrikan dan sistem cerdas berbasis data merupakan kunci untuk memastikan pengembangan EV tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan arah kebijakan nasional,” ujarnya.
UB menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam penguatan riset nasional dan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung transisi energi dan pengembangan transportasi ramah lingkungan di Indonesia. (tib/rr)