FILKOM UB-PT LEN Industri Jajaki Kerja Sama Student Enrichment Program

FILKOM UB-PT LEN Industri Jajaki Kerja Sama Student Enrichment Program

dok. Pribadi

Dunia industri teknologi terus bergerak maju dengan kecepatan yang eksponensial. Menyadari tantangan tersebut, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) mengambil langkah progresif dengan menjajaki kolaborasi strategis bersama PT Len Industri (Persero). Kemitraan ini diwujudkan melalui inisiasi Student Enrichment Program, sebuah jembatan struktural yang dirancang untuk menyelaraskan kurikulum akademis dengan dinamika riil industri teknologi digital nasional.

Langkah nyata ini diambil dalam kunjungan kerja delegasi FILKOM UB ke kantor pusat PT Len Industri di Bandung pada Kamis (7Mei 2026). Pertemuan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan fakultas. Di antaranya adalah Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM.; Ketua Departemen Sistem Informasi, Dr. Ir. Fajar Pradana, S.ST., M.Eng.; serta Ketua Bidang Kerja Sama, Andi Reza Perdanakusuma, S.Kom., M.MT. Turut hadir pula dosen senior FILKOM UB, Ismiarta Aknuranda, S.T., M.Sc., Ph.D., dan Dr. Ir. Arief Andy Soebroto, S.T., M.Kom.

Bagi FILKOM UB, menjalin kemitraan dengan PT Len Industri (Persero) adalah sebuah langkah strategis yang sangat bernilai. Berakar dari Lembaga Elektroteknika Nasional (LEN) yang didirikan pada tahun 1965 di bawah naungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), institusi ini awalnya merupakan unit penelitian dan pengembangan mutakhir di bidang elektronika, tenaga listrik, telekomunikasi, dan komponen.

Pada tahun 1991, LEN bertransformasi penuh menjadi sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mandiri. Sejak saat itu, nama “Len” bukan lagi sebuah singkatan, melainkan identitas resmi dari sebuah entitas bisnis profesional yang kepemilikan sahamnya dikuasai 100 persen oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui BP BUMN dan PT Danantara Asset Management (Persero).

Sebagai raksasa elektronika untuk industri dan prasarana, PT Len Industri memiliki portofolio yang mengagumkan. Mulai dari modernisasi sistem persinyalan kereta api di jalur utama Jawa dan Sumatera, hingga pembangunan transportasi urban modern seperti Skytrain Bandara Soekarno-Hatta serta LRT di Sumatera Selatan, Jakarta, dan Jabodebek.

Tidak hanya itu, mereka juga menjadi tulang punggung kedaulatan digital melalui proyek infrastruktur pita lebar (broadband) Palapa Ring Paket Tengah, penyediaan sistem elektronika pertahanan (defense electronics) seperti radar dan Combat Management System (CMS) kapal perang, pemancar penyiaran (broadcasting), hingga instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai pelosok nusantara.

Dalam pemaparannya di hadapan manajemen PT Len Industri, delegasi FILKOM UB menitikberatkan prospektus program pada upaya mereduksi celah kompetensi (competence gap) yang sering dihadapi oleh para lulusan baru di dunia kerja. Melalui skema pengayaan ini, mahasiswa aktif tidak lagi sekadar menyerap teori pasif di ruang kuliah, melainkan langsung diterjunkan untuk menyelesaikan kasus nyata (real case) serta proyek taktis industri secara riil.

Proses dinamis ini nantinya berada di bawah bimbingan simultan yang intensif dari dosen akademisi FILKOM UB dan praktisi profesional PT Len Industri. Lebih dari sekadar program magang konvensional, kolaborasi ini diarahkan pada model teaching factory.

Dalam format mutakhir tersebut, PT Len Industri akan menyuplai kebutuhan proyek dan pemantik masalah (problem statement) yang relevan dengan tantangan pasar global. Sementara itu, pihak universitas berperan sebagai penyedia basis talenta terkurasi dari berbagai lini keilmuan laboratorium strategis, mulai dari Sistem Informasi, Cybersecurity, hingga Sistem Cerdas (Intelligent Systems).

Bagi PT Len Industri, kemitraan ini membuka akses langsung ke pipa bakat (talent pipeline) potensial yang siap pakai di bidang teknologi informasi. Di sisi lain, bagi mahasiswa FILKOM UB, portofolio dari proyek terstruktur ini direncanakan dapat dikonversi langsung ke dalam Satuan Kredit Semester (SKS), memberikan rekognisi akademis yang sepadan atas kontribusi nyata mereka di industri.

Pasca-pertemuan ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk segera merumuskan detail teknis mengenai sinkronisasi kurikulum, regulasi seleksi, dan keberlanjutan program jangka panjang. Langkah visioner ini menegaskan kembali posisi FILKOM UB yang tidak hanya mencetak lulusan bergelar sarjana, tetapi melahirkan inovator adaptif yang siap memimpin era digital. (wy/rr)