Kunjungan Tim KLK FILKOM UB ke Kelurahan Ketawanggede

Menindaklanjuti rangkaian Rapat Koordinasi (Rakor) Awal Program Kampung Lingkar Kampus (KLK UB), tim KLK dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) secara gerak cepat melaksanakan kunjungan lapangan (survei) ke Kelurahan Ketawanggede pada Rabu (08/04/2026). Kunjungan strategis ini bertujuan untuk melakukan sinkronisasi program kerja Pendidikan dan Teknologi (POKJA II) dengan kondisi riil serta kebutuhan prioritas masyarakat di wilayah sasaran tersebut. Rombongan tim KLK FILKOM UB terdiri atas perwakilan dosen, antara lain Ir. Edy Santoso, S.Si., M.Kom., Dr. Tibyani, S.T., M.T., dan Dr. Okta Purnawirawan, S.Pd., Gr., didampingi oleh Roy Rizki, S.E., dari unsur tenaga kependidikan.
Setibanya di lokasi, Tim KLK FILKOM UB mendapatkan sambutan yang sangat hangat dari Lurah Ketawanggede, Raden Agung Harjaya Buana, S.E., M.SE. Dalam pertemuan tersebut, suasana dialog berlangsung komunikatif dan penuh semangat kolaborasi untuk membahas berbagai potensi kerja sama pengabdian masyarakat.
Edy, selaku Ketua KLK FILKOM UB, menjelaskan keseriusan fakultas dalam mengerahkan kepakaran Teknologi Informasi (TI) guna mendukung transformasi digital dan kemandirian Kelurahan Ketawanggede.
“Kunjungan kami ini, selain untuk mempererat tali silaturahmi, juga bertujuan untuk kulo nuwun kepada Lurah beserta jajaran. Juga menjadi langkah awal bagi kami untuk menggali data mengenai berbagai kebutuhan riil yang mendesak di tengah masyarakat, sehingga program pengabdian yang dirancang dapat tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan bagi kemajuan lingkungan sekitar kampus,” jelas Edy.

Senada dengan hal tersebut, Agung, sapaan akrab Lurah Ketawanggede yang juga merupakan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB, menyambut positif inisiatif ini dan menyampaikan bahwa bentuk kolaborasi tersebut sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Beliau menyarankan perlu adanya Focus Group Discussion (FGD) di tingkat universitas guna menyusun grand design program KLK UB yang bersifat komprehensif, terstruktur, dan berkelanjutan (sustainable) untuk jangka waktu minimal lima tahun ke depan.
Melalui perencanaan strategis jangka panjang ini, Agung berharap keberlanjutan program KLK tidak lagi bergantung pada periodisasi pejabat kelurahan maupun universitas.
“Inisiatif pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang telah dirancang harus dapat terus berjalan secara konsisten tanpa hambatan birokrasi. Visi ini selaras dengan komitmen UB melalui FILKOM UB untuk menciptakan dampak positif yang terukur, berkesinambungan, dan berkelanjutan (sustainable) bagi kemajuan lingkungan sekitar kampus,” tegas Agung.
Implementasi program KLK di Kelurahan Ketawanggede ini diharapkan dapat menjadi model percontohan sinergi harmonis antara akademisi dan masyarakat dalam mendorong transformasi digital di level akar rumput. Keberhasilan inisiatif ini nantinya tidak hanya akan meningkatkan kualitas hidup warga lokal, tetapi juga menegaskan kontribusi nyata FILKOM UB dalam mensukseskan visi “Membangun Rumah Bersama” demi kemajuan lingkungan sekitar kampus yang berkelanjutan. (rr)