FILKOM UB Tuan Rumah Pembukaan Workshop 1 Artificial Intelligence Talent Factory 2026

FILKOM UB Tuan Rumah Pembukaan Workshop 1 Artificial Intelligence Talent Factory 2026

dok. PSIK FILKOM UB

Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang sangat pesat di berbagai negara. Sejumlah laporan global menunjukkan bahwa semakin banyak organisasi dan perusahaan mulai memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung transformasi digital di berbagai sektor. Di Indonesia, tren tersebut turut mendorong meningkatnya kebutuhan talenta digital yang memiliki kompetensi di bidang kecerdasan artifisial. Penguatan kapasitas sumber daya manusia digital pun menjadi salah satu fokus strategis yang terus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi. Dalam konteks tersebut, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menjadi tuan rumah pembukaan Workshop 1 Program AITF 2026 yang dilaksanakan secara hybrid dari Auditorium Algoritma FILKOM UB pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan talenta digital yang bertujuan memperkuat kapasitas mahasiswa dalam pengembangan solusi berbasis AI. Sebelumnya pada tahun 2025, FILKOM UB juga menjadi tuan rumah pelaksanaan Workshop 4 AITF. (https://filkom.ub.ac.id/2025/12/12/filkom-ub-jadi-tuan-rumah-workshop-ke-4-aitf-perkuat-ekosistem-talenta-digital/).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital, D.Eng. Said Mirza Pahlevi; Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc.; Sekretaris BPSDM Komdigi, Ir. I Nyoman Adhiarna, M.Eng., Ph.D.; Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM.; serta Wakil Dekan Bidang Akademik FILKOM UB, Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan dosen pembimbing, tim teknis, serta mahasiswa peserta program dari berbagai perguruan tinggi.

Program AITF tahun 2026 melibatkan tiga perguruan tinggi negeri, yaitu UB, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kolaborasi ini menjadi perluasan dari pelaksanaan program pada tahun sebelumnya yang masih terbatas pada satu perguruan tinggi.

Dalam laporan penyelenggara yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital, Said Mirza, disampaikan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan artifisial yang semakin pesat. Menurutnya, kebutuhan talenta AI di Indonesia terus meningkat seiring dengan transformasi digital yang terjadi di berbagai sektor.

“Artificial Intelligence saat ini menjadi salah satu pendorong utama transformasi digital global. Oleh karena itu, Indonesia perlu menyiapkan talenta yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu merancang serta menerapkan solusi AI untuk menjawab berbagai tantangan nyata di masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa jumlah peserta program AITF tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Jika pada tahun sebelumnya terdapat 34 peserta dari satu perguruan tinggi, maka pada tahun 2026 jumlah peserta meningkat menjadi 98 mahasiswa yang berasal dari tiga perguruan tinggi mitra.

dok. PSIK FILKOM UB

Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program ini sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mempersiapkan talenta digital masa depan. Menurutnya, penguasaan teknologi digital dan kecerdasan artifisial akan menjadi salah satu faktor penentu kekuatan suatu negara di masa depan. Ia menekankan bahwa bangsa yang mampu mengembangkan sumber daya manusia unggul di bidang teknologi akan memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat global.

“Negara yang menguasai teknologi digital dan kecerdasan artifisial akan memiliki kekuatan ekonomi yang besar di masa depan. Karena itu, pengembangan talenta digital menjadi hal yang sangat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta dan pengembang teknologi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Widodo juga mendorong para mahasiswa peserta program untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai ruang pembelajaran sekaligus kontribusi nyata dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa melalui solusi berbasis teknologi.

Sementara itu, Sekretaris BPSDM Komdigi, Ir. I Nyoman Adhiarna, M.Eng., Ph.D., yang mewakili Kepala BPSDM Komdigi, secara resmi membuka rangkaian kegiatan Workshop 1 Program AITF 2026. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa perkembangan teknologi AI saat ini telah menjadi fondasi penting dalam inovasi di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga layanan sosial. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem talenta digital nasional. Menurutnya, program AITF dirancang dengan pendekatan berbasis use case, di mana para peserta tidak hanya mempelajari konsep teoritis, tetapi juga secara langsung mengembangkan solusi berbasis AI untuk menjawab permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat dan pemerintah.

“Kami berharap melalui program ini lahir berbagai inovasi berbasis AI yang tidak hanya meningkatkan kapasitas talenta digital Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” ungkapnya.

Workshop 1 ini menjadi tahap awal dari rangkaian kegiatan AITF 2026 yang akan berlangsung secara bertahap melalui beberapa sesi workshop dalam beberapa bulan ke depan. Dalam kegiatan ini, para peserta mempresentasikan perkembangan awal proyek yang meliputi proses persiapan dan kurasi data, pemilihan model dasar, hingga pengembangan pipeline sistem AI.

Melalui program ini, diharapkan terbangun ekosistem kolaboratif antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri dalam mengembangkan talenta digital yang inovatif dan berdaya saing global. Selain memperkuat kompetensi teknis mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan solusi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. (rr)