ULKT FILKOM UB Gelar FILKOM EDUHEALTH V3.1

ULKT FILKOM UB Gelar FILKOM EDUHEALTH V3.1

dok. PSIK FILKOM UB

Unit Layanan Konseling Terpadu (ULKT) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) kembali menyelenggarakan kegiatan FILKOM EDUHEALTH V3.1 dengan mengusung tema “Anxiety di Era Ketidakpastian.” Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja ULKT sebagai wujud komitmen fakultas dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa di tengah dinamika tuntutan akademik, tekanan penyelesaian studi, serta kekhawatiran terhadap masa depan.

Tema yang diangkat merefleksikan realitas yang kerap dihadapi mahasiswa saat ini. Dalam situasi yang serba cepat dan kompetitif, rasa cemas menjadi pengalaman yang tidak terhindarkan. Melalui kegiatan ini, ULKT berupaya menghadirkan ruang refleksi dan penguatan psikologis agar mahasiswa mampu mengelola kecemasan secara sehat dan konstruktif.

Sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia, Naser Jawas, S.T., M.Kom., Ph.D., yang menegaskan bahwa menjaga kesehatan mental di lingkungan akademik merupakan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika FILKOM UB, bukan hanya ULKT semata. Terlebih lagi, perkembangan zaman yang semakin dinamis, kompetitif, dan sarat ketidakpastian menuntut mahasiswa untuk memiliki ketahanan diri yang kuat. Oleh karena itu, dukungan kolektif, ruang dialog yang aman, serta budaya saling peduli menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem akademik yang sehat dan berkelanjutan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. Eng. Budi Darma Setiawan, S.Kom., M.Cs., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FILKOM UB. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kesehatan mental merupakan fondasi penting dalam mendukung keberhasilan akademik dan pengembangan diri mahasiswa. Beliau juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah berkoordinasi serta mengupayakan terselenggaranya kegiatan ini dengan baik, terlebih kegiatan dilaksanakan pada bulan Ramadan yang memiliki dinamika tersendiri dalam pengaturan waktu dan energi. Ia berharap semangat kebersamaan dan komitmen yang ditunjukkan dalam penyelenggaraan kegiatan ini dapat menjadi contoh kolaborasi positif di lingkungan FILKOM UB.

dok. PSIK FILKOM UB

Pada sesi materi, Rekyan Regasari Mardi Putri, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan bahwa kecemasan merupakan hal yang wajar dan manusiawi. Emosi bukan untuk ditekan, melainkan dipahami dan dikelola. Peserta diajak menyadari bahwa kendali atas respons dan sikap berada pada diri masing-masing individu. Rekyan juga menggarisbawahi pentingnya menentukan tujuan hidup sebagai arah dalam menghadapi ketidakpastian. Setiap ujian kehidupan diyakini memiliki hikmah dan jalan keluar yang telah disiapkan. Upaya spiritual, termasuk ibadah, disampaikan sebagai salah satu cara untuk menenangkan diri dan menjaga keseimbangan batin.

“Perlunya membangun pola pikir positif, memperbanyak rasa syukur, serta mengembangkan ketahanan diri (resilience) dalam menghadapi tantangan. Dinamika waktu dan kompleksitas tantangan yang terus meningkat setiap tahunnya menuntut mahasiswa untuk tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional. Kesadaran inilah yang menjadi landasan penting dalam membentuk kesiapan mental yang adaptif dan berdaya saing, sehingga materi yang disampaikan tidak berhenti pada tataran reflektif, tetapi juga bersifat strategis bagi mahasiswa agar mampu mengelola tekanan akademik dengan lebih sehat dan produktif,” jelas Rekyan.

dok. PSIK FILKOM UB

Sebagai bagian dari program berkelanjutan, FILKOM EDUHEALTH dirancang untuk terus menghadirkan tema-tema relevan yang responsif terhadap perkembangan dan kebutuhan mahasiswa. Kegiatan berlangsung dalam suasana yang hangat dan interaktif. Peserta mengikuti sesi demi sesi dengan antusias serta aktif dalam diskusi dan refleksi bersama. Kehadiran beberapa mahasiswa difabel turut menunjukkan bahwa kegiatan ini inklusif dan terbuka bagi seluruh sivitas akademika.

Respons positif juga disampaikan oleh para peserta. Mereka menilai sesi yang diberikan relevan dengan kondisi yang dialami serta membantu membuka perspektif baru dalam memandang kecemasan sebagai bagian dari proses bertumbuh.

Secara lebih luas, kegiatan ini sejalan dengan komitmen FILKOM UB dalam membangun lingkungan akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga sehat secara mental dan emosional. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam pembinaan dan pengembangan mahasiswa secara holistik. (rr)