Diskusi Strategis FILKOM UB, FT UB, dan PT Indonesia Epson Industry Dorong Kolaborasi Pendidikan–Industri

Diskusi Strategis FILKOM UB, FT UB, dan PT Indonesia Epson Industry Dorong Kolaborasi Pendidikan–Industri

dok. PSIK FILKOM UB

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) bersama Fakultas Teknik (FT) UB menggelar diskusi strategis dengan PT Indonesia Epson Industry pada Senin (12/1/2026), bertempat di gedung F, FILKOM UB. Kegiatan ini dalam rangka menjajaki penguatan kolaborasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan inovasi berbasis kebutuhan industri. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan FILKOM UB dan menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri–dunia usaha (DUDI). Diskusi dihadiri oleh jajaran pimpinan FILKOM UB, FT UB, serta perwakilan manajemen PT Indonesia Epson Industry. Hadir dalam kegiatan ini Dekan FILKOM UB Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., Wakil Dekan Bidang Akademik FILKOM UB Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D., serta Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya FILKOM UB Dr. Eng. Gembong Edhi Setyawan, S.T., M.T. Dari Fakultas Teknik UB, hadir Dekan FT UB Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., serta Wakil Dekan Bidang Akademik FT UB Dr. Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, S.T., M.Eng. (Prac)., IPU., ASEAN Eng. Sementara itu, PT Indonesia Epson Industry diwakili oleh General Manager Printer Design, Yudhi Yoga Perdana. Turut hadir pula pimpinan departemen, ketua program studi, pengelola BPPM, dan Koordinator MBKM dari FILKOM UB.

Sabriansyah, menekankan pentingnya kolaborasi intensif antara perguruan tinggi dan industri melalui skema pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) maupun produk (product-based learning).

“Program magang intensif dengan rekognisi akademik yang jelas menjadi aspek krusial bagi mahasiswa saat ini. Pengalaman belajar langsung di industri, disertai pengakuan formal melalui konversi mata kuliah dan sertifikasi, dinilai memiliki nilai yang jauh lebih bermakna bagi kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja,” ujarnya

Sabriansyah menambahkan, pengalaman langsung mahasiswa di industri, disertai rekognisi yang jelas, menjadi aspek krusial bagi generasi mahasiswa saat ini. Skema magang intensif hingga 20 SKS dinilai mampu memberikan dampak signifikan terhadap kesiapan lulusan, sekaligus menjadi solusi low risk dan low cost recruitment bagi pihak industri.

dok. PSIK FILKOM UB

Dengan jumlah pegawai sekitar 11.000 orang yang beroperasi di kawasan industri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, PT Indonesia Epson Industry merupakan salah satu pusat manufaktur utama Epson di Indonesia. Perusahaan ini menjalankan aktivitas produksi berskala besar yang terintegrasi dengan rantai pasok global, sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan memiliki pemahaman terhadap sistem manufaktur modern berbasis teknologi.

Diskusi kemudian mengerucut pada potensi kolaborasi proyek konkret antara FILKOM UB, FT UB, dan PT Indonesia Epson Industry, khususnya pada pengembangan teknologi industri berbasis kecerdasan artifisial dan sistem cerdas. Beberapa bidang yang dinilai relevan untuk dikerjakan bersama antara lain quality inspection, object detection, optical character recognition (OCR), production monitoring, serta workflow automation. Bidang-bidang tersebut dipandang sejalan dengan arah pengembangan smart factory dan kebutuhan industri manufaktur modern.

Diskusi juga menyinggung potensi kerja sama lanjutan dalam bidang publikasi ilmiah dan diseminasi hasil kolaborasi, baik melalui jurnal nasional dan internasional, buletin institusional, hingga penerbitan buku. Hal ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset terapan dan inovasi yang berdampak langsung bagi dunia industri dan masyarakat. Lebih lanjut, forum ini juga menegaskan bahwa skema magang intensif tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi turut menghadirkan nilai strategis bagi industri. Melalui keterlibatan mahasiswa semester atas dalam proyek nyata, perusahaan memperoleh sumber daya potensial dengan risiko dan biaya yang relatif efisien, sekaligus membuka peluang rekrutmen talenta sejak dini. Praktik pembelajaran berbasis industri tersebut telah dijalankan di FILKOM UB bersama berbagai mitra, dengan tingkat minat mahasiswa yang tinggi. (rr)