Mahasiswa FILKOM UB Bawa Pulang Juara 3 Politeknik Negeri Bali Robot Competition (PNBRC)

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) Kembali menorehkan prestasi. Kali ini dari salah satu tim ROBOTIIK FILKOM yaitu tim .RAR yang beranggotakan Hanif Adam Al Abraar (Teknik Informatika, 2019), Randy Christian Saputra (Teknik Komputer, 2019), dan Abim Renara Palwa Luktagara (Teknik Komputer, 2019) membawa pulang juara 3 PNBRC (Politeknik Negeri Bali Robot Competition) pada SumoBot Battle Kategori Mahasiswa. Terdapat 28 tim yang terdaftar pada kategori ini, mulai dari UNNESA, Politeknik Negeri Bali, Universitas Udayana, dan Universitas Parahyangan.

PNBRC (Politeknik Negeri Bali Robot Competition) adalah acara yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Robotika Politeknik Negeri Bali. Acara PNBRC tahun ini menyungsung tema “Improving The Skill And Innovation In Technology For Preparing Society 5.0”
yang melibatkan peserta SMA/SMK Sederajat dan Universitas se-Indonesia dengan tujuan menghadapi pesatnya pergerakan revolusi industri 4.0, yang telah memasuki era Society 5.0.

“Adapun kompetisi yang kami ikuti adalah Lomba Sumo RC kelas 3 KG tingkat mahasiswa Nasional. Kompetisinya terdiri dari tahap knockdown 28 besar, dan liga 8 Besar,” jelas Hanif.

Perlu diketahui sebelumnya Lomba Sumo RC (SumoBot) ini diadakan didalam arena lingkaran layaknya ring pertandingan sumo sebenarnya, kemudian dua robot sumo berusaha mendorong bahkan menabrak satu sama lain untuk saling menjatuhkan keluar arena. Untuk sumo yang berhasil bertahan didalam arena menjadi pemenangnya. Lomba ini mengharuskan pengendalian robot sumo secara manual yaitu dengan Remote Control. Dalam satu pertandingan terdapat 3 ronde yang mana salah robot yang memenangkan 2 ronde pertamalah yang menjadi juara.

“Tim kami berhasil lolos pada tahap gugur dengan mudah, kemudian pada tahap finalis 8 besar kami mengalami kekalahan satu kali yang menyebabkan kami harus beradu untuk masuk kedalam babak final, namun kami kalah diperebutan posisi di tahap final dan hanya bisa mendapatkan posisi ketiga,” lanjut Hanif.

Robot sumo yang digunakan merupakan hasil riset sendiri selama beberapa tahun, dimana pada kompetisi ini merupakan upgrade keempat dari pertama kali memulai projek sumo robot. Kendala juga dialami oleh tim ini, menurut Hanif hasil potongan body robot yang kurang presisi, hal ini disebabkan desain body yang ketelitiannya tidak dapat diakomodir oleh alat cnc yang digunakan.

Hanif juga menambahkan motivasi dalam mengikuti kompetisi ini adalah ingin mendapatkan pengalaman yang lebih khususnya diluar kampus, dengan menerapkan ilmu-ilmu yang telah didapatkan diperkuliahan. Selain itu juga memberikan beberapa saran untuk mahasiswa FILKOM yang lain. Menurutnya penting bagi para mahasiswa untuk sesekali mengikuti kompetisi karena pastinya akan mendapatkan pengalaman yang jauh berbeda dari kehidupan di kampus. Dengan mengikuti perlombaan dapat dengan langsung terjun ke permasalahan di dunia nyata serta dapat meningkatkan daya saing.[drn]