Sosialisasi Program Fast Track, FILKOM UB Harapkan Banyak Mahasiswa Yang Mengikuti

Demi memberikan pemahaman mengenai program Fast Track yang ada Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB), Program Studi Ilmu Komputer menyelenggarakan sosialisasi Program Fast Track selama tiga hari, pada Selasa (12/4/2022) sampai dengan Kamis (14/4/2022) secara daring.

Sosialisasi ini turut mengundang Dr. Diva Kurnianingtyas, S.Kom yang merupakan Dosen FILKOM UB dan Alumni program Fast Track ITS yang menjadi Doktor pada usia 24 tahun. Pada hari kedua turut hadir dr. Arief Alamsyah Nasution, MARS yang merupakan Dosen Fakultas Kedokteran (FK UB) dan Senior Motivator Indonesia. Di hari terakhir, sosialisasi diisi oleh Diah Priharsari, S.T, M.T, Ph.D, salah satu dosen FILKOM UB dan Visiting Fellow 2020-2021 di University of Technology Sydney (UTS).

Mengawali acara, Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D. selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu Komputer menyampaikan gambaran umum mengenai program Fast Track yang sudah tertuang di dalam buku pedoman agar lebih dipahami oleh para mahasiswa.

“Yang ingin saya tekankan dan perjelas dalam kegiatan kali ini adalah adanya kerjasama antara Prodi Magister dengan prodi-prodi S1 yang ada di FILKOM melalui program fast track, sehingga nantinya akan memfasilitasi mahasiswa yang ada di semester 6 untuk segera bisa bergabung melalui program fast track dan dapat memperoleh gelar Master yang lebih singkat kurang lebih dalam 1 tahun,” terang Sabriansyah.

Selain itu Sabriansyah juga menambahkan bahwa mahasiswa yang ingin mengajukan diri untuk mengikuti program Fast Track adalah kemampuan di bidang akademis paling sedikit menyelesaikan 110 SKS dengan IPK paling rendah 3.25 dengan nilai minimal B.

Selanjutnya Dr. Diva Kurnianingtyas, S.Kom dalam sosialisasi ini menceritakan dan sharing pengalamannya memperoleh gelar Doktor di usia muda. Diva menjelaskan bahwa saat menjadi mahasiswa sebaiknya mahasiswa FILKOM memiliki hubungan sosial yang baik kepada teman sejawat atau pada orang lain, kedua tekad dan kemauan  yang gigih, ketiga tidak pernah berhenti untuk belajar dan yang terakhir terus berdoa dan berikhtiar.

“Faktor kesuksesan kalian yaitu dilihat dari seberapa besar usaha untuk mengejar mimpi yang ingin kalian peroleh meskipun tanpa hak istimewa (privilege) yang ada,” ujar Diva.

Pada sosialisasi hari kedua, dr. Arief Alamsyah Nasution, MAR juga memberikan motivasi bagi para mahasiswa yang hadir.

“Kesuksesan itu mudah untuk diperoleh dan jangan ada semacam insecure terhadap diri sendiri, keluarkan potensi yang dimiliki karena itu akan membuka jalan kesuksesan dan jangan membuang-buang waktu dengan hal yang tidak penting di masa muda,” terang dr. Arief.

Arif juga menyampaikan bahwa mahasiswa sebaiknya memiliki pedoman investasi leher ke atas, dalam artian menganggap pendidikan adalah investasi hidup karena biaya yang dikeluarkan ketika mengenyam pendidikan akan kembali lagi kepada diri kita dengan berkali lipat hasilnya. Selain itu, kesempatan juga akan datang kepada orang yang siap, baik itu kesempatan untuk memperoleh pekerjaan atau memilih untuk mengikuti studi lanjut.[drn]