Siap Sebagai Percontohan, FILKOM UB Siapkan Kelas Hybrid Dalam Proses Belajar Mengajar

Sesuai dengan edaran Rektor UB, dalam semester genap ini nantinya proses belajar mengajar akan menerapkan sistem hybrid. Sistem perkuliahan dengan memadukan luring dan daring ini akan dilaksanakan dengan aturan ketat mulai Februari 2022. Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, A.R., M.S. mengatakan, pihaknya sudah mendesain sistem perkuliahan dengan model hybrid pada akhir tahun lalu. Dengan sistem ini, mahasiswa diperkenankan untuk mengikuti kuliah secara luring secara bergantian. Meskipun demikian, tidak semua mahasiswa bisa mengikuti kegiatan perkuliahan luring. Mereka setidaknya tidak boleh berasal dari wilayah dengan kasus Covid-19 tinggi. Dalam hal ini termasuk daerah dengan kasus Covid-19 varian omicron. Selanjutnya, mahasiswa harus sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Merespon aturan baru dari Rektor UB, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) siap merubah ruangan kelasnya menjadi kelas hybrid yang dilengkapi oleh teknologi yang mendukung sistem pembelajaran baik secara luring maupun daring. FILKOM UB menjadi salah satu fakultas yang dinilai telah siap menerapkan sistem hybrid.

Wakil Dekan I Bidang Akademik Filkom UB, Dr. Eng. Herman Tolle, ST. MT. mengungkapan, simulasi dilakukan untuk mengetahui kesiapan infrastruktur dalam menerapkan kuliah hybrid ini. Di sejumlah ruang kelas, sejumlah alat untuk menunjang perkuliahan hybrid telah siap. Sementara ini FILKOM UB masih memiliki 8 kelas yang menunjang perkuliahan secara hybrid, nantinya akan ada 18 kelas lagi yang siap untuk perkuliahan hybrid. Saat perkuliahan hybrid, 50 persen mahasiswa akan berada di kelas mengikuti perkuliahan luring. Sedangkan 50 persen lainnya mengikuti secara daring. Herman mengungkapkan jika pihak kampus bakal mengatur jadwal, supaya tidak semua kelas masuk bersamaan.

“Kita simulasikan karena Rektor menilai FILKOM sudah bagus dan bisa dicontoh fakultas lain. Setelah ini kami juga akan ada pelatihan dosen. Kita minta juga feedback dari mahasiswa yang mengikuti zoom dari rumah bagaimana,” ujar Herman.

Perwakilan mahasiswa yang mengikuti simulasi perkulihan hybrid, Farah (Prodi Sistem Informasi) mengaku antusias dengan dimulainya perkuliahan tatap muka meski belum 100 persen. Sebab sejak ia masuk kuliah pada tahun 2020 lalu, belum sekali pun mengikuti kuliah tatap muka. Ketika ditanya apalah lebih memilih kuliah daring atau luring, Farah mengaku belum mengetahui. Karena menurutnya, ada mata kuliah yang memang perlu pembelajaran secara tatap muka, namun ada juga mata kuliah yang cukup diajarkan secara daring.[drn]