BEM FILKOM UB Beri Edukasi Pentingnya Pengelolaan Sampah di Lingkungan Keluarga

Benda sisa yang tidak berguna dan tidak diinginkan dalam jangka panjang akan menjadi permasalahan serius yang harus dilakukan pencegahan dan diberi perhatian serius. Benda sisa yang dibuang di alam tersebut yang biasa kita sebut sebagai sampah. Sampah adalah material yang dibuang sebagai sisa dari hasil produksi industri maupun rumah tangga. Sampah yang berada di alam menjadi masalah serius karena memiliki sifat yang merugikan bagi makhluk lain yang tinggal di sekitarnya. Dan seiring berkembangnya zaman, semakin banyak pula masalah-masalah yang timbul akibat adanya sampah, salah satu contohnya adalah banjir. Masalah-masalah ini timbul akibat kesadaran masyarakat kurang peduli terhadap sampah dan pengelolaannya yang kurang baik dan maksimal.

Oleh karena itu BEM FILKOM UB mencoba mengajak masyarakat untuk bijak dalam membuang sampah atau mengelola sampah dengan baik dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu lingkungan keluarga karena pada kenyataannya, sampah rumah tangga diantaranya sampah makanan hingga limbah fesyen, dengan menyelenggarakan Webinar Envirocative dengan tema “Litter-Free Lifestyle: Stop Food Waste & Fast Fashion.” yang membahas tentang bagaimana dampak jika membuang sampah sisa makanan terhadap lingkungan dan perilaku konsumtif terhadap fesyen yang menimbulkan penumpukan limbah fesyen serta cara menyiasatinya. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan dihadiri sekitar 470 partisipan yang terdiri dari mahasiswa UB dengan Anggia Dian Mayana dari Komunitas Zero Waste Indonesia sebagai pemateri untuk topik “Tips Menyiasati Gaya Hidup Slow Fashion” dan Dewi Purnama Sari dari Komunitas Surplus sebagai pemateri pada topik “Tips Menyiasati Zero Food Waste Lifestyle”.

“Workshop Envirocative merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial dan Lingkungan BEM FILKOM UB yang akan berfokus pada pengaplikasian materi pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan keluarga yang sebelumnya telah dibahas pada webinar dengan membuat kerajinan dari bahan bekas/sampah daur ulang menjadi barang yang mempunyai nilai atau bermanfaat”, ujar Dwi Anggraeni selaku Ketua Pelaksana Envirocative.

Webinar ini dapat dikatakan sukses untuk diselenggarakan. Tingginya antusiasme dari peserta yang mendaftar hingga mencapai 1000 orang dengan hampir 500 orang yang hadir dan target peserta telah sesuai dengan sasaran yang ada yakni Mahasiswa FILKOM Universitas Brawijaya dan juga masyarakat umum. Lalu terdapat juga perwakilan dari BEM fakultas-fakultas yang ada di Universitas Brawijaya dan dari himpunan yang ada di FILKOM UB yang turut hadir saat acara. Mayoritas peserta yang hadir berasal dari umum, hal ini menandakan branding acara ke pihak luar dapat dikategorikan berhasil. Kemudian kedua pemateri juga berhasil menyampaikan ilmu-ilmunya kepada peserta dengan baik yang terbukti dengan cukup banyaknya pertanyaan di sesi tanya jawab dan respon positif yang diberikan.[drn/da]