Perwakilan PTIIK Turut Sumbangkan Emas dan Perunggu di Kejurnas SBY Cup XI 2014

Erwin Hadi Saputra (TIF/2009) dan Agung Nugroho (TIF/2012), dua perwakilan atlet karate dari Program Teknologi Informasi  dan Ilmu Komputer (PTIIK) Universitas Brawijaya turut berpartisipasi menyumbangkan 1 medali emas dan 1 medali perunggu pada Kejuaraan Nasional Susilo Bambang Yudoyono Cup XI 2014 (14-16/2). Bertempat di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Erwin dan Agung beserta atlet karate perwakilan UB lainnya berhasil meraih Juara I nomor Kata Beregu Senior Putra dan Juara III nomor Kumite Beregu Senior Putra.

Capaian tersebut tidak didapat dengan mudah oleh para atlet karate perwakilan UB. Sekitar 1.200 atlet dari seluruh Indonesia yang ikut serta dalam kejurnas tersebut tidak dapat dipandang sebelah mata, karena sebagian besar merupakan atlet karate dengan kemampuan bertaraf nasional. Berbagai Perguruan Karate dari seluruh Indonesia turut berpartisipasi, antara lain dari Jawa, Kalimantan, Sumatra, Papua dan Sulawesi.
“Yang turun untuk kelas Senior juga ada dari Akademi Angkatan Laut dan perwakilan Paspampres,” jelas Erwin.

Dalam ajang bergengsi tersebut wasit yang dihadirkan untuk menilai setiap pertandingan juga tidak dipilih dengan sembarangan. Wasit dalam kejurnas tersebut sedikitnya harus memegang lisensi wasit karate nasional.
“Bahkan ada juga wasit Indonesia yang berlisensi Asia disana,” ungkap Erwin.

Untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti Kejurnas tersebut, Erwin, Agung beserta atlet karate UB lainnya harus berlatih keras. Bahkan masa liburan yang biasanya dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk pulang kampung, harus mereka relakan untuk berlatih.

Meski demikian, pencapaian prestasi tesebut dianggap masih kurang memuaskan oleh Agung dan Erwin. Menurut mereka prestasi yang bisa diraih seharusnya dapat lebih besar, misalkan dengan menjadi juara umum. Akan tetapi hal itu tak dapat terwujud dikarenakan keterbatasan jumlah atlet yang diberangkatkan untuk kejurnas tersebut.
“Sebetulnya dari kami sudah mempersiapkan sekitar 20 atlet untuk mengikuti kejurnas SBY Cup 2014. Tapi karena keterbatasan dana, maka hanya 10 atlet yang dapat diberangkatkan,” ujar Erwin.

Hal tersebut diungkapkan sangat berpengaruh pada performa tim karate perwakilan UB. Karena dengan keterbatasan atlet yang diturunkan, maka setiap atlet menanggung beban yang cukup berat harus bermain dalam beberapa nomor berbeda. Hal ini mengakibatkan para atlet kelelahan sehingga tidak dapat tampil dengan maksimal. Ditambah lagi lawan yang dihadapi telah mempersiapkan tim khusus untuk setiap nomor. Sehingga kondisi fisik lawan juga lebih unggul.
“Kami yakin kalau kami bisa turun full team, kami bisa meraih prestasi lebih dari ini. Jadi ada yang diturunkan untuk perorangan sendiri dan untuk beregu sendiri. Kalau kemarin kami semua masing-masing harus turun dinomor perorangan, kemudian setelahnya harus bertanding lagi untuk nomor beregu. Jadi kondisi fisik juga kelelahan,” ungkap Agung menambahkan.

Agung dan Erwin mengaku akan terus giat berlatih dan mempersiapkan diri untuk kejuaraan selanjutnya. Mereka berharap pada kesempatan mendatang dapat memperoleh dukungan lebih dari UB dan PTIIK.
“Harapannya ke depan jika kami ikut serta dalam kejuaraan serupa bisa mendapat dukungan lebih dari UB dan PTIIK. Sehingga kami dapat memberikan penampilan dan hasil terbaik,”
pungkas mereka. [dna]

Informasi lebih lanjut tentang total medali dan piala yang berhasil dibawa pulang oleh keseluruhan tim perwakilan UB dapat diakses pada link berikut ini:
http://inkai.ub.ac.id/karate-universitas-brawijaya-membawa-pulang-dua-emas-pada-evetn-sby-cup-di-jakarta/