Nabilah Ulfah: Juara I Lomba Keroncong Olimpiade Brawijaya 2013

Nabilah Ulfah, mahasiswa angkatan 2012 PS. Sistem Informasi PTIIK UB berhasil menjadi juara I dalam Lomba Keroncong Olimpiade Brawijaya 2013 (5/10). Bertempat di Ruang Jamuan  Lt. 6 Rektorat UB, Fafa begitu panggilan akrabnya, menyanyikan 2 buah lagu keroncong berjudul “Melati Pesanku” dan “Ngidam Sari”.

Meski saat itu merupakan pengalaman pertamanya membawakan lagu keroncong, tapi Fafa dapat tampil dengan sangat baik. Dirinya berhasil unggul atas 14 peserta lainnya yang merupakan perwakilan UB Kediri dan berbagai fakultas di UB.

Fafa mengatakan dirinya sudah tertarik dengan dunia tarik suara sejak kecil. Bermula dari kebiasaannya bernyanyi di rumah, hingga kemudian sang ayah mendaftarkannya pada tempat kursus menyanyi. Kemudian kursus menyanyi itu diikutinya mulai saat duduk di bangku TK hingga kelas 6 SD. Berbagai lomba menyanyi juga telah diikutinya, antara lain lomba menyanyikan musik pop dan qasidah.
“Dari kecil sudah suka nyanyi tapi di kamar mandi saja. Terus ayah yang mendengerkan kok menurutnya suara saya nggak fals, jadi diikutkan les nyanyi mulai TK nol besar sampai enam SD,” ungkapnya.

Meski sudah memiliki cukup pengalaman di bidang tarik suara, tapi Fafa mengaku dirinya cukup kesusahan saat harus menyanyikan lagu keroncong. Butuh waktu untuk dapat membiasakan diri dan beradaptasi dengan ritme lagu keroncong yang berbeda dengan lagu pop. Akan tetapi dengan latihan yang rutin dilakukannya bersama rekan-rekan dari BIOS (salah satu Badan Internal bentukan mahasiswa di PTIIK yang membawahi bidang Olahraga dan Seni) maka Fafa dapat menyanyikan lagu keroncong dengan baik.

Fafa mengaku dirinya sangat senang bisa mendapatkan gelar juara dikompetisi tersebut dan mengharumkan nama PTIIK. Berkat raihannya tersebut, Fafa didaulat untuk kembali tampil pada acara penutupan Olimpiade Brawijaya yang akan digelar 13 Oktober 2013 mendatang.
“Senang karena baru pertama kali ikut lomba nyanyi keroncong, terus bisa menang. Selain itu bangga juga karena waktu tampil banyak yang menonton termasuk Bapak dan Ibu Rektor UB,” ujar Fafa. [dna]

Berita terkait: Prasetya Online