PTIIK Bawa Pulang Tiga Piala dari Malang Cyberpark

Tiga piala tanda kemenangan berhasil dibawa pulang oleh perwakilan PTIIK dalam kompetisi desain poster dan desain web pada launching program “Malang Cyberpark” Sabtu (5/5). Pada kegiatan yang digelar oleh pemerintah Kota Malang ini, tim Nakama yang beranggotakan Dirga Harjunan dan Nurcahyo Pujo (SI/2011) berhasil meraih  juara I lomba desain website kategori umum dengan menyisihkan sekitar 68 peserta lainnya. Website yang dibuat tim Nakama dikonsep memiliki konten lengkap mulai dari sejarah Kota Malang, tempat wisata yang ada di Malang, budaya, tempat kuliner hingga peta berbagai tempat wisata yang dapat dikunjungi di Malang (desain web tim Nakama dapat dilihat di http://apps.ptiik.ub.ac.id/virt/nakama/).

Dirga menjelaskan bahwa timnya sengaja membuat konsep website yang memiliki konten informasi lengkap tentang Malang, agar masyarakat di luar Malang bisa memiliki gambaran yang menyeluruh tentang Malang.
“Kami melihat Malang itu indah dan berpotensi, sehingga kami ingin ikut berperanserta memperkenalkan Malang kepada masyarakat luas. Dengan membuat website yang kontennya lengkap maka akan semakin banyak orang tahu tentang Malang. Harapannya kemudian orang yang sudah tahu itu akan tertarik untuk datang langsung dan membuktikan keindahan serta potensi Kota Malang,” ujarnya.

Tidak hanya konten yang informatif dan lengkap saja yang membuat website buatan tim Nakama ini unggul, tapi navigasi yang intuitif sehingga mudah dipahami pengunjung juga menjadi nilai tambah. Dengan raihan prestasi ini maka website tim Nakama rencananya akan digunakan sebagai desain untuk pembuatan website Kominfo Malang.
“Kalau dari ketentuan lomba, untuk yang mendapat juara I maka websitenya akan dipakai sebagai desain website Kominfo Malang. Tapi nanti bagaimana sistemnya akan dibenahi sendiri oleh pihak kominfo Malang atau akan melibatkan kami lagi, masih belum tahu,” jelas Dirga.

Sementara itu perwakilan PTIIK yang berhasil duduk diposisi ketiga lomba desain website kategori umum adalah tim Edesia yang beranggotakan Fuad Hanif dan Nadia Soraya (SI/2011). Fuad dan Nadia menyuguhkan konsep website yang mengulas tentang lokasi tempat makan dan makanan yang ada di Malang (website buatan tim Edesia dapat dilihat di http://apps.ptiik.ub.ac.id/virt/edesia/).
“Biasanya orang-orang kalau mau cari restoran atau tempat makan kadang agak kesusahan, apalagi buat mereka yang baru berada di Malang. Jadi kita buat daftar tempat makan yang ada di Malang dan kita lengkapi dengan petanya juga supaya orang tidak bingung kalau cuma ditulis alamatnya saja,” jelas Nadia.

Website milik tim Edesia ini unggul dibanding milik peserta lain karena tampilannya lebih eye catching dengan memperhatikan pilihan warna yang memang dipercaya dapat menggugah selera makan. Selain itu teknis pembuatan website juga tidak luput dari perhatian tim Edesia. Mulai dari pemilihan font dan lebar konten yang berisi teks atau tulisan juga menjadi pertimbangan penting.
“Jadi kalau menurut saya, website kami ini unggul di tampilan karena eye catching. Waktu presentasi juga kami menjelaskan dasar pemilihan warna kuning dan oranye yang kami pakai karena warna itu dapat menggugah selera makan. Kami jelaskan juga teknis tentang pemilihan font yang enak dibaca di web dan pengaturan lebar bagian konten dari materi yang kami terima di PTIIK. Jadi mata manusia hanya memiliki range melihat selebar 3 inchi. Karenanya kami tidak membuat konten tulisan lebih dari itu, agar mata pembaca tidak cepat lelah,” jelasnya.

Piala terakhir disumbangkan oleh Abdila Febrinianto yang menjadi juara I lomba desain poster kategori umum (poster buatan Abdila dapat dilihat di tautan berikut). Mahasiswa PTIIK jurusan informatika 2010 ini berhasil menyisihkan sekitar 76 peserta lainnya dari perwakilan universitas yang ada di Malang dan masyarakat umum. Abdila mengaku tidak menyangka poster buatannya akan menjadi pemenang utama, karena waktu pembuatannya cukup singkat.
Saya sebelumnya tidak menyangka bisa menang. Karena saya membuat poster itu juga waktunya singkat sekitar lima jam saja. Lalu waktu hari H juga saya liat lawannya juga sudah banyak yang senior,” ujarnya.

Berkat prestasi para mahasiswa ini, Aryo Pinandito, ST., M.MT., dosen PTIIK yang juga berperan sebagai pembimbing merasa sangat bangga pada anak didiknya. Diharapkan kedepannya mahasiswa yang lain juga dapat berpacu menunjukkan usaha dan hasil terbaiknya, sehingga dapat berpartisipasi dalam kompetisi serupa dan mengharumkan nama PTIIK.
“Saya yang jelas bangga pada anak-anak. Karena dalam waktu yang relatif singkat mereka bisa menghasilkan karya yang cukup baik. Saya informasikan tentang kompetisi ini hari Selasa dan Kamisnya harus sudah dikumpulkan. Mereka tidak mengeluh malah tertantang dan berjuang keras memberikan yang terbaik yang mereka bisa,” ujar Aryo.   [dna]