KLASIFIKASI TINGKAT RESIKO PENYAKIT STROKE DENGAN IMPLEMENTASI METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION

Repositori Jurnal Mahasiswa PTIIK UB
© 2016 by Doro Jurnal
Volume 8 - Number 20
Year of Publication: 2016
Andreas Bagus H, Imam Cholissodin dan Edy Santoso
Download Article

 


Abstract

Stroke adalah gangguan fungsi otak karena adanya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak dengan gejala yang berlangsung 24 jam atau lebih. Pada tahun 1993, Harold P. Adams Jr., MD membuat TOAST classification untuk mengklasifikasikan stroke ke dalam 5 jenis : large artery atherosclerosis, cardioembolism, small vessel occlusion, stroke of other determined etiology, dan unundertermined etimology. Pendeteksian awal penyakit stroke biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama. Dengan kemajuan teknologi, stroke dapat dicegah dengan pendeteksian resikonya sejak dini sehingga dapat mendapatkan penanganan dengan cepat dan memperbesar kemungkinan penyembuhan. Keuntungan lain dengan pendeteksian secara cepat adalah efisiensi pada biaya perawatan, dan semakin banyak orang yang dapat mendiagnosa resiko tersebut dengan cepat. Terdapat banyak metode yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan resiko penyakit stroke berdasarkan data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik (JSTPB) metode ini diklaim memiliki teknik yang baik karena memiliki karakteristik untuk belajar dari data sebelumnya.

Keywords

Stroke, Jaringan Syaraf Tiruan, Propagasi Balik