Abstract
Indonesia sebagai negara agraris masih memiliki ketergantungan impor bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan hasil panen. Pengairan yang optimal pada lahan sangat mempengaruhi hasil panen. Sistem pengamatan kelembaban tanah dilakukan untuk intensifikasi lahan dengan menggunakan node sensor sebagai teknologi sensing kelembaban lahan dan komunikasi data agar dapat diterima oleh pengguna. Mekanisme yang digunakan adalah publish-subscribe agar penerima data kelembaban lahan sesuai dengan kepemilikannya. Penerapan mekanisme publish-subscribe terdiri dari node sensor sebagai publisher, pemilik lahan adalah subscriber, dan kurir bersama adalah broker. Tujuan dari implementasi metode publishsubscribe adalah untuk mengirimkan nilai sensor ke masing-masing pemilik lahan. Dari hasil pengujian yang dilakukan mengatakan bahwa implementasi sistem pengamatan kelembaban lahan dapat dilakukan dengan publisher yaitu node sensor mengirimkan data kelembaban lahan kepada broker dengan topik berdasarkan lokasinya menggunakan komunikasi radio nRF24L01 melalui gateway. Gateway adalah Arduino nano dengan nRF24L01 dan Broker adalah Raspberry pi dengan WiFi dongle. Gateway dan broker tersambung secara serial dengan Raspberry pi sehingga data yang didapat langsung diproses untuk dikirimkan kepada subscriber. Broker menggunakan library cURL dengan protokol HTTP untuk menyampaikan data dari publisher kepada subscriber melalui komunikasi WiFi. Subscriber yaitu Server dengan database yang berfungsi untuk menyimpan data yang diterima dari broker. Dari Server tersebut user dapat melihat hasil subscription dengan mengakses web, dimana user dapat melakukan subscribe atau bahkan berhenti berlangganan/unsubscribe.