Tentang Kami

Technology-Enhanced Learning adalah sebuah pendekatan, desain, implementasi, dan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran melalui penerapan teknologi.

Keilmuan/bidang yang ada pada Laboratorium Teknologi Pembelajaran berfokus pada T-EL (Technology-Enhanced Learning) untuk pengembangan dan penerapan Teknologi Informasi dalam bidang pendidikan baik sebagai konten maupun alat bantu untuk mendukung pembelajaran individu maupun grup. Pengembangan meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi produk pembelajaran meliputi media pembelajaran, perangkat pembelajaran, strategi pembelajaran, atau kerangka kerja (framework) dan pengelolaan pendidikan meliputi pengembangan sistem informasi manajemen pendidikan. Penerapan meliputi analisis, penentuan tindakan, dan evaluasi satu atau lebih teknologi digital untuk diterapkan pada lingkungan pembelajaran yang bersifat eksperimentasi dan riil.

Laboratorium memiliki enam area penelitian, seperti LTA (Learning and Teaching Analytics), EMIS (Education Management Information System), AIED (Artificial Intelligence in Edication), EDM (Educational Data Mining), DLM (Digital Learning Media), dan LEx (Learning Experience).

  1. Learning and Teaching Analytics merupakan kegiatan analisis terhadap proses belajar dan pembelajaran siswa dan guru. Target LTA untuk menghasilkan proses pembelajaran yang memiliki basis berpikir kreatif, interaksi sosial, dan inquisitive serta mampu meningkatkan student engagement. LTA juga mengadakan pembinaan dalam bentuk program kepelatihan yang relevan bagi pendidik dan peserta didik untuk mendukung GG (Good Governance) pada aspek pengelolaan guru dan staff di sekolah.
  2. Education Management Informasi System merupakan kegiatan layanan informasi dan dokumentasi yang terorganisir yang mengumpulkan, menyimpan proses analisis, dan menyebarkan informasi untuk perencanaan dan manajemen pendidikan. Tujuan EMIS untuk mengintegrasikan informasi yang berkaitan dengan pengelolaan kegiatan pendidikan termasuk data guru, kepala sekolah, perencana kurikulum, pejabat, inspektorat, pengawas, perencana, penasihat kebijakan, siswa, dan orang tua.
  3. Artificial Intelligence in Education merupakan displin ilmu di bidang ilmu komputer, pendidikan, dan psikologi terkait pengembangan lingkungan belajar yang interaktif dan adaptif untuk siswa dari segala usia. Tujuan AIED untuk kemajuan pembelajaran dan pengelolaan pendidikan yang didukung dengan konsep ilmu AI (Artificial Intelligence).
  4. Educational Data Mining merupakan disiplin ilmu yang berkaitan dengan pengembangan metode untuk mengeksplorasi data yang unik dan sangat besar yang diperoleh dari data pendidikan. EDM digunakan untuk melakukan analisis data siswa dan pengaturan belajar meraka.
  5. Digital Learning Media mencakup analisis kebutuhan media belajar berdasarkan pergeseran cara belajar peserta didik terkait dengan penggunaan media digital, perubahan lingkungan belajar dan bagaimana peserta didik maupun lembaga-lembaga beradaptasi dengan berbagai perubahan tersebut. DLM diarahkan pada pembuatan dan implementasi konten pembelajaran digital yang lebih efisien dengan kualitas yang meningkat.
  6. Learning Experience mengadaptasi istilah global LXD (Learning Experience Design). LXD adalah proses menciptakan pengalaman belajar untuk mendukung peserta didik mencapai capaian pembelajarannya dengan berorientasi pada goal dan human-centered (Learningexperiencedesign.com, n.d.). Tujuan dari LEx yaitu sebuah pendekatan, desain, implementasi, dan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran melalui penerapan teknologi informasi. LEx memiliki misi mengembangkan produk yang intuitif bagi target penggguna (khususnya di bidang pendidikan).

Share