01_tim_UB_dalam_sesi_debat
16:06

Perwakilan UB Menjadi 2nd Runner Up YSEALI Environmental Debate Championship

Tim perwakilan Universitas Brawijaya dinobatkan sebagai 2nd Runner Up pada YSEALI Environmental Debate Championship, sebuah kompetisi debat Bahasa Inggris tingkat nasional yang diselenggarakan oleh My America Jakarta selaku Public Affair Office of the US Embassy Jakarta (21-22/4/2017). Anggota tim perwakilan UB terdiri atas Muhammad Fauzi (FILKOM/2013), Jessica Bella Situmeang (FT/2013) dan Chairun Nisa Huwaida (FISIP/2014). Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa perwakilan berbagai perguruan tinggi di Indonesia antara lain UB, UGM, ITB, UI, BINUS, UNES dan UMM. Dimana pada akhir kompetisi terpilih empat tim terbaik dengan BINUS yang menduduki 1st place (juara 1), UGM berada di 2nd place (juara 2) dan UB serta ITB berada di posisi 2nd runner up (juara 3).

Untuk memperoleh posisi tersebut Fauzi beserta rekan satu timnya yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Studi Bahasa Inggris (FORMASI) UB harus berlatih intensif satu minggu sebelum hari pelaksanaan kompetisi. Persiapan ini diakui cukup singkat dikarenakan pengumuman tim yang lolos ke babak pre-eliminasi juga baru dipublikasikan satu minggu sebelum hari pelaksanaan.

“Persiapan kami selama satu minggu itu kami berlatih sore dan malam. Kami melakukan latihan simulasi debate. Selain itu kami juga berupaya memperkaya pengetahuan dengan banyak membaca berita,” jelas Fauzi.

Debate competition ini menggunakan sistem asian parliamentary dimana setiap ronde debat terdapat 2 tim yang saling berhadapan, masing-masing sebagai tim pro dan kontra. Sistem ini dilaksanakan dengan 3 putaran/ ronde babak penyisihan (pre-eliminasi) yang kemudian dilanjutkan dengan babak perempat final (8 tim), semifinal dan final. Pada babak pre eliminasi tim UB bertandi tiga putaran dimana secara berurutan melawan tim UMM, BINUS dan UNES. Lolos dari babak pre eliminasi, Fauzi beserta tim maju ke babak eliminasi perempat final dan berhasil unggul atas tim UI. Kemudian tim UB lolos ke babak semifinal dan harus berhadapan dengan tim BINUS. Pada babak ini tim UB terpaksa harus mengakui keunggulan tim BINUS dan harus puas berada di posisi 2nd runner up.

“Isu yang diangkat untuk debat mengenai  lingkungan hidup . Antara lain tentang satwa langka, social movement dan geo engineering. Di semi final kami kurang menguasai materi debat. Waktu itu isu yang diangkat tentang suku pedalaman,” jelas Fauzi.

Dijelaskan oleh Fauzi bahwa dalam debat tersebut poin penilaian terdiri atas tiga hal penting meliputi (1) matter, (2) manner dan (3) method. Matter adalah penilaian atas penguasaan materi dan pengetahuan data oleh peserta. Manner adalah penilaian atas cara penyampaian opini atau respon peserta, termasuk di dalamnya kecepatan berbicara dan pemilihan kata. Sementara itu method adalah penilaian atas pendekatan penjelasan yang digunakan peserta.

“Method sendiri maksudnya yang dinilai adalah pendekatan penjelasan yang digunakan. Misalnya dalam penyampaian kita berikan penjelasan masalah terlebih dahulu baru solusi atau sebaliknya,” jelas Fauzi. [dna]

 

 

 

Share