01_Hasbi_di_WFYS_2017
15:31

Mahasiswa Magister FILKOM UB Turut Berpartisipasi di 19th World Festival of Youth and Students 2017

Muhammad Hasbi, Mahasiswa Magister Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) ikut berpartisipasi menjadi salah satu peserta pada XIX World Festival of Youth and Students 2017 (WFYS 2017) di Sochi, Russia (14-22/10/2017). Hasbi merupakan salah satu perwakilan Indonesia bersama 30.000 peserta lain yang berasal dari 150 Negara. Kegiatan yang di buka langsung oleh Presiden Russia, Vladimir Putin ini merupakan festival yang diadakan setiap empat tahun sekali dan merupakan festival pemuda serta pelajar terbesar di dunia.

Disampaikan oleh Hasbi bahwa dirinya diundang menjadi salah satu peserta pada WFYS 2017 bukan hanya sebagai salah satu perwakilan Indonesia saja. Namun juga sebagai perwakilan panelis pada Cyber Security Panel Discussion yang merupakan forum bagi pemuda dari berbagai dunia yang concern di bidang cyber security. Sebelum menghadiri WFYS 2017, Hasbi bersama 100 peserta terpilih yang bergelut di dunia IT dan Industri diundang untuk berkunjung ke Ekaterinburg, salah satu region di sebelah barat Russia. Disana mereka diberikan kesempatan untuk melakukan studi banding tentang teknologi dan Industri. Sebagaimana yang diketahui Ekaterinburg dijuluki sebagai "a backbone of Russia", salah satu pusat teknologi dan industri terbesar di negara tersebut.

WFYS sendiri diselenggarakan dengan tujuan untuk mengkonsolidasikan komunitas pemuda internasional, memperkuat hubungan internasional, serta mempromosikan kerjasama internasional dan antarbudaya. Salah satu sasaran utama WFYS 2017 adalah membentuk visi bersama masa depan oleh para pemimpin muda dari berbagai negara, mencoba untuk mengartikulasikan tanggapan terhadap tantangan generasi yang paling mendesak. Adapun agenda utama dari program diskusi tersebut adalah untuk mencakup 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yang diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hasbi mengaku senang dan bersyukur dapat menjadi bagian dari WFYS 2017. Untuk dapat merasakan pengalaman berharga tersebut Hasbi harus melalui beberapa seleksi ketat bersaing dengan ribuan kandidat dari seluruh belahan dunia. Seleksi meliputi beberapa tahapan yang memakan waktu satu tahun sebelum pelaksanaan WFYS 2017. Pertama adalah seleksi berkas berupa essay berisikan gagasan atau ide sesuai background keilmuan yang ditekuni masing-masing kandidat. Kedua adalah tes wawancara termasuk tes keterampilan berbahasa Rusia.

“Tidak harus bisa bahasa Rusia dengan lancar, tapi hanya di tes pemahaman dasarnya saja,” jelas Hasbi.

Bagi mereka yang ingin bisa ikut ambil bagian dalam acara serupa, Hasbi menyampaikan bahwa informasi mengenai pelaksanaan WFYS dapat diakses di website kedutaan besar host country atau tuan rumah. Sebagai informasi Hasbi menyampaikan bahwa rencana penyelenggaraan WFYS selanjutnya akan bertempat di Brisbane, Australia. [dna]

 

 

 

Share