01_EFALS_Technogine_2019
15:39

E-FALS, Alat Bantu Komunikasi bagi penderita ALS

E-FALS (Electrooculography for Amyotrophic Lateral Sclerosis) adalah teknologi yang dapat digunakan sebagai alat bantu komunikasi bagi penderita Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS). Teknologi ini adalah buatan tiga mahasiswa angkatan 2016 Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) yaitu Axel Elcana Duncan (PS. Teknik Komputer), Muhajir Ikhsanushabri (PS. Teknik Komputer) dan Rachmalia Dewi (PS. Teknik Informatika).

ALS merupakan penyakit saraf degeneratif yang mengakibatkan semua gerakan refleks atau spontan pada otot mengalami kelumpuhan progresif. ALS umumnya ditandai dengan adanya degenerasi/kemunduran secara bertahap yang menghasilkan kematian sel-sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Kemunduran pada penderita ALS ini dapat menyebabkan kehilangan kendali pada otot dan mengalami kelumpuhan sehingga otot penderita tidak mampu untuk menggerakkan bibir dalam melakukan komunikasi secara langsung.

01_SGAP_di_Technocorner_2019Mengingat komunikasi adalah kebutuhan setiap orang termasuk penderita ALS, maka untuk itulah E-FALS dibuat. E-FALS dibuat menyerupai kacamata dan memanfaatkan sistem Electrooculography (EOG) agar dapat membaca pergerakan bola mata dan mengenali karakter yang ditulis dari pergerakan tersebut. Hasil dari sistem ini dapat berupa tulisan yang ingin disampaikan oleh penderita ALS untuk kemudian dikirimkan ke aplikasi E-FALS di android pengguna lain. Selain itu E-FALS juga memiliki dua fitur unggulan lainnya. Pertama fitur tambahan untuk memudahkan penderita ALS dalam mengirimkan pesan darurat ke rumah sakit tertentu dalam jaringan E-FALS. Kedua adalah fitur untuk mengetahui perkembangan dari otot mata penderita ALS secara berkala melalui grafik yang menunjukkan peningkatan atau penurunan kerja otot pada mata penderita ALS.

“Sebetulnya alat serupa sudah ada tapi harganya sangat mahal. Dengan E-FALS ini bisa lebih terjangkau harganya sehingga harapannya bisa dimanfaatkan oleh penderita ALS secara lebih meluas,” jelas Axel.

01_EFALS_atau_SGAP E-FALS telah membawa Axel beserta timnya menjadi juara 3 dalam kompetisi Technology Imagine (Technogine) 2019 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika, Universitas Telkom pada akhir Februari 2019 lalu. Tidak berpuas diri disitu Axel kemudian mengembangkan fungsi E-FALS tidak hanya untuk berkomunikasi tapi juga untuk menggerakkan kursi roda. Pengembangan fungsi ini kemudian menjadikan E-FALS karya terbaik ketiga dalam kompetisi Technocorner 2019 (9-10/3/2019). Namun dalam pengembangannya Axel menggandeng dua rekan yang berbeda yaitu Titus Christian (Teknik Informatika/2016) dan Kezia Amelia Putri (Teknik Komputer/2017) dengan dosen pembimbing Dahnial Syauqy, S.T., M.T., M.Sc. Pada kompetisi Technocorner 2019, karena E-FALS telah memiliki tambahan fungsi maka dipertimbangkan perubahan nama alat menjadi Smart Googles for ALS Patient atau disingkat SGAP. Axel mengaku akan terus mengembangkan karyanya ini hingga kemudian benar-benar dapat digunakan oleh para penderita ALS. [dna]

 

 

Share